"Prinsipnya adalah ini memang bagian dari kurikulum di Indonesia di sekolah-sekolah harus membangun rasa nasionalisme. Agenda pembelajaran tidak harus di dalam kelas, bisa di luar kelas," ujar Soni usai mengikuti apel di Monas, Jl Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2016).
Soni menyebut apel ini tidak mengganggu proses belajar mengajar di sekolah. Menurutnya, nilai-nilai nasionalisme harus ditanamkan kepada para pelajar termasuk dengan mengikuti apel Nusantara Bersatu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para siswa yang ikut apel menurutnya juga diberi tugas untuk melaporkan pembelajaran dari kegiatan yang diikuti. Karena itu, kegiatan di luar ruang kelas menurut Soni tetap bermanfaat bagi para siswa.
"Ini dihitung ini mereka tadi diberi tugas buat laporan apa yang dia pelajari apa yang dia rasakan tentang Indonesia, tentang persatuan, tentang Pancasila," ujar Soni.
Dalam apel Nusantara Bersatu, Soni meminta para siswa pintar mengelola informasi di media sosial. Siswa diminta tidak ikut menyebarkan berita palsu (hoax).
"Kalau adik-adik menerima berita Whatsapp, Facebook, Twitter yang hawanya panas, hoax, dihapus. Jangan disebarluaskan. Saya minta kita sejukkan Jakarta. Mari kita laksanakan gerakan menghapus informasi yang tidak benar," ujar Soni. (fdn/fjp)











































