Wali Kota dan segenap Muspida dan para tokoh agama ikut serta dalam pawai tersebut. Pawai ini menyuarakan perdamaian, persatuan dalam kebhinnekaan Indonesia.
Foto: Muchus Budi Rahayu-detikcom |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Muchus Budi Rahayu-detikcomKirab Nusantara Bersatu di Solo |
Dalam amanat upacara, Rudy menekankan kembali pentingnya menjaga NKRI sebagai rumah besar bagi seluruh rakyat Indonesia.
Selain itu, Rudy mengingatkan perbedaan adalah sebuah keniscayaan sehingga komitmen bersama untuk saling mengedepankan persamaan yang telah dicapai para pendiri bangsa harus tetap dijiwai dan dilestarikan sampai kapan pun.
Di pengujung acara dilakukan penandatanganan kesepakatan damai oleh Muspida Kota Surakarta, perwakilan MUI Kota Surakarta, enam perwakilan pemimpin agama, serta perwakilan dari Penghayat Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Foto: Muchus Budi Rahayu-detikcom |
Setelah selesai menggelar upacara, ribuan peserta upacara tersebut melakukan pawai damai bertema 'Nusantara Bersatu'. Pawai berjalan kaki itu dilakukan dari Lapangan Kotabarat di Jalan Moewardi, masuk Jalan Slamet Riyadi, hingga berakhir di Balai Kota yang berada di Jalan Soedirman, Solo. Jarak tempuh pawai tidak kurang dari 4 km.
Foto: Muchus Budi Rahayu-detikcom |
Turut serta dalam pawai itu Danrem Warastrama Surakarta, Wali Kota Surakarta, Ketua DPRD Surakarta, Dandim Surakarta, Kapolresta Surakarta, Ketua PN Surakarta.
Ikut serta pula Kepala Kejari Surakarta, para tokoh agama, aparat sipil negara, perwakilan suku dan etnis, anggota TNI/Polri, karyawan perusahaan, hingga ratusan pelajar.
Foto: Muchus Budi Rahayu-detikcom |












































Foto: Muchus Budi Rahayu-detikcom
Foto: Muchus Budi Rahayu-detikcom
Foto: Muchus Budi Rahayu-detikcom
Foto: Muchus Budi Rahayu-detikcom
Foto: Muchus Budi Rahayu-detikcom