Ahok Paparkan Kinerja Atasi Limbah hingga Sampah di Jakarta

Dinamika Pilgub DKI

Ahok Paparkan Kinerja Atasi Limbah hingga Sampah di Jakarta

Andhika Prasetia - detikNews
Rabu, 30 Nov 2016 09:35 WIB
Ahok Paparkan Kinerja Atasi Limbah hingga Sampah di Jakarta
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memaparkan sejumlah program terkait lingkungan hidup di Jakarta. Program yang disampaikan soal pengelolaan sampah, pengelolaan air bersih dan limbah, serta penegakan hukum lingkungan.

Ahok sendiri tiba di Rumah Lembang pada pukul 08.40 WIB. Tidak lama setelah kedatangannya, Ahok langsung memaparkan program terkait lingkungan hidup.

"Hari libur nasional sampah tidak diangkut, padahal bisa busuk, kita mengeluarkan peraturan sampah kita urus sampai perumahan. Sayang, kadang ada RT atau RW yang keberatan. Ini ada persoalan. Sama seperti nanti, sampah kita hargai uang," ujar Ahok di Rumah Lembang, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkait soal sampah, Ahok bersama Djarot Saiful Hidayat akan membangun insinerator di empat lokasi, yaitu Sunter, Semanan, Cakung, dan Marunda. Insinerator ini memiliki kapasitas tinggi pada pengolahan sampah sebanyak 1.000 ton per jam.

Ahok juga mengatakan bahwa 13 sungai utama di Jakarta kotor karena limbah minyak, sampo, ataupun sabun masuk ke selokan tanpa ada pengolahan. Ahok-Djarot sendiri sudah membuat layanan satu pintu dengan menggabungkan PAM dan PAL.

"Semua air mandi, sampo, sabun, minyak goreng, semua masuk selokan, nggak ada pengolahan. Makanya 13 sungai kita kotor. Kita siapkan PAM dengan PAL digabung. PAL sudah manajemen profesional. Kita akan bikin banyak waduk, per cluster mengelola air limbah," papar Ahok.

Soal transportasi umum, Ahok mengatakan saat ini Transjakarta sudah menggunakan bahan bakar gas (BBG) dan mengatakan public service obligation (PSO) tahun 2016 mencapai Rp 1,7 triliun. "Tahun depan, Januari, naik bus yang lansia tidak bayar. Kita sudah pesan bus yang lebih besar dari Metromini, itu hanya Rp 3.500 saja," sambung Ahok.

Soal penegakan lingkungan hidup, Ahok menyampaikan sudah perketat pengujian KIR. Kemudian, Ahok mengimbau untuk melaporkan melalui aplikasi Qlue jika menemukan oknum yang nakal.

"Kita perketat uji KIR, saya juga harus stop beberapa pabrik, mereka nakal tuh. Buang sampah, sampai akhirnya terbuang ke sungai. Kalau menemukan hal yang tidak mengenakkan, silakan laporkan di Qlue karena ada beberapa oknum yang tutup mata," tandasnya.

(dkp/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads