Mengintip Persiapan Aksi Damai 2 Desember: Kantong Parkir hingga Pengamanan

Mengintip Persiapan Aksi Damai 2 Desember: Kantong Parkir hingga Pengamanan

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Rabu, 30 Nov 2016 08:24 WIB
Mengintip Persiapan Aksi Damai 2 Desember: Kantong Parkir hingga Pengamanan
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Tinggal dua hari doa bersama akan digelar di Monas. Segenap tenaga dikerahkan untuk mempersiapkan rangkaian fasilitas yang dibutuhkan selama berlangsungnya aksi damai 2 Desember itu.

Kepolisian dan Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan berbagai fasilitas yang diperlukan peserta aksi, mulai tempat wudu, toilet, tikar, dan tim medis.

Rekayasa lalu lintas akan dilakukan polisi guna mengantisipasi kemacetan akibat penutupan sejumlah jalan di sekitar Monas. Tidak hanya itu, para peserta aksi diimbau mematuhi aturan yang berlaku. Para peserta aksi dilarang berhenti di jalur-jalur protokol. Mereka langsung 'digiring' menuju Monas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari segi pengamanan, sebanyak 22 ribu polisi dikerahkan menjaga kesucian aksi yang murni menunaikan ibadah salat Jumat dan diisi doa serta tausiah dari ulama itu. Polisi dalam pengamanan dibantu oleh personel TNI hingga Satpol PP.

Nah... bagi warga yang ingin berwisata ke Monas. Pemprov DKI Jakarta mengimbau sebaiknya warga menunda rencana berlibur tersebut karena Tugu Monas untuk sementara ditutup.


Ini segala persiapannya:

Tempat Wudu, Tikar, dan Dokter

Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Segala keperluan peserta aksi untuk salat Jumat disiapkan oleh pihak kepolisian dan Pemprov DKI Jakarta.

"Semua kita siapkan, seperti toilet, tempat wudu, tikar, kesehatan, dokter, dan lainnya kita siapkan karena kegiatan ini untuk kepentingan bersama masyarakat Jakarta dan sekitarnya," kata Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Polda Metro Jaya dan panitia Gerakan Nasional Pengawal Fatwa-Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) telah melakukan rapat koordinasi terkait pelaksanaan teknis di lapangan.

"Jadi tadi kita rapat awal dengan panitia, konsepnya seperti apa, apa yang ingin mereka tampilkan, rundown-nya seperti apa, siapa yang ingin bicara lalu kegiatannya apa saja, jumlahnya berapa, dan massanya dari mana saja," jelas Suntana.

Masukan-masukan dari GNPF itu selanjutnya akan dibuat konsep pengamanannya dan pelayanannya sehingga aksi yang diisi kegiatan doa, tausiah, dan salat Jumat bersama berjalan dengan tertib dan aman.

Jalur Protokol Hanya untuk Melintas

Foto: Grandyos Zafna
Polri meminta massa GNPF-MUI untuk tertib dalam aksi 2 Desember yang akan berpusat di Lapangan Monas, Jakarta Pusat. Polisi mengingatkan, jalur protokol hanya untuk melintas.

"Jalur protokol hanya untuk melintas saja. Pusatnya di Silang Monas," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (29/11/2016).

Dalam pergerakan massa ke Silang Monas, Boy mengatakan akan ada perwakilan dari GNPF yang mengingatkan masyarakat untuk tidak berhenti di jalur protokol dan Bundaran Hotel Indonesia, tapi langsung ke Silang Monas.

Boy meminta massa aksi 2 Desember berunjuk rasa dengan tertib. "Marilah (aksi) kita laksanakan dengan penuh hormat kepada hukum yang berlaku," ujar Boy.

Pengalihan Lalu Lintas

Foto: Grandyos Zafna
Pengalihan arus lalu lintas juga dilakukan di beberapa daerah yang menjadi titik keberangkatan massa menuju Monas.

"Ya betul, nanti ada pengaturan dan ada titik parkir kendaraan dari daerah. Dan ada petugas yang mengarahkan ke mana mereka akan parkir," ujar Irjen Boy kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (28/11/2016) malam.

Jalur di lokasi aksi sekitar Monas akan ditutup dan dialihkan ke jalan alternatif. "Depan Istana pasti (dilakukan penutupan) karena tidak bisa dilintasi. Demikian juga dari Medan Merdeka Barat sampai depan Istana itu nanti dilewati kendaraan secara terbatas," tambah Boy.

Kantong Parkir

Foto: Grandyos Zafna
Kantong parkir disiapkan di sejumlah titik yang terdekat dengan lokasi aksi damai di Monas, Jakarta Pusat.

"Nanti di Silang Monas ada tempat ngedrop para penumpang di jalur Medan Merdeka Selatan, Medan Merdeka Timur, sampai Istiqlal, Lapangan Banteng, kemudian cadangannya di Kemayoran. Jadi itu tempat kantong parkir yang disiapkan," ujar Kadiv Humas Polri Irjen (Pol) Boy Rafli Amar kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (28/11/2016) malam.

Penempatan kantong parkir kendaraan massa disesuaikan dengan masing-masing daerah asal agar, setelah melakukan aksi, mereka tidak terpencar.

"Nanti kendaraan ini akan dikelompokkan sesuai dengan daerah mereka, sesuai dengan jalur terdekat menuju jalur pulang ke daerah masing-masing. Misalnya menuju Tangerang, Banten, di mana lokasi yang pas, menuju arah Bandung dan Tol Cikampek diatur, dan demikian juga yang mengarah ke selatan, itu nanti diatur," terang Boy.

Boy mengimbau kepada pengemudi angkutan massa dan peserta aksi yang datang dengan kendaraan masing-masing agar tertib berlalu lintas dan mengikuti arahan petugas kepolisian di lapangan.

Kerahkan 22 Ribu Personel dan Persuasif

Ilustrasi Foto: Agung Pambudhy
Polri menyiapkan pengamanan untuk mengawal aksi Bela Islam Jilid III yang akan digelar Jumat, 2 Desember. Polri menurunkan sekitar 22.000 personel untuk mengamankan aksi damai tersebut.

"22 ribu (personel) dilibatkan, dalam hal ini kan ada yang sifatnya perlu pengaturan dan pengamanan di Silang Monas," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (28/11/2016) malam.

Personel yang dilibatkan juga akan mengatur mimbar bagi khotib dan pintu masuk ke Monas hingga tempat parkir untuk kendaraan massa yang telah ditentukan.

"Dan hal-hal yang mesti diantisipasi seperti sarana dan prasarana. Sarana tuh apa saja seperti tempat berwudu, toilet, dan lain-lain sampai seperti itu dan masalah teknisnya lainnya," imbuh Boy.

Polisi juga akan mengawal massa yang datang dari daerah dengan pengamanan secara estafet, agar perjalanan massa berlangsung tertib dan aman.

Pihak kepolisian juga berjanji akan mengutamakan upaya persuasif dalam pengamanan tersebut. "Petugas kami tidak akan ada yang membawa senjata api. Kami akan mengutamakan upaya persuasif dalam memberikan pengamanan," kata Boy.

Wisata di Monas Tutup

Foto: Grandyos Zafna
Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono mengatakan pada hari tersebut wisata ke puncak Monumen Nasional (Monas) untuk sementara ditutup.

"Di Monas untuk naik ke atas kita stop dulu (pada hari itu)," ujar Sumarsono di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2016).

Sumarsono juga telah melakukan antisipasi kepadatan Monas pada 2 Desember mendatang. Salah satunya adalah dengan penempatan ratusan boks toilet dan penambahan 12 mobil toilet di Monas.

"Belum lagi kemudian tambahan tenaga kesehatan sekitar 50 kita siapkan. Pemadam kebakaran ada 8, mobil ambulans sekitar 15 tapi semuanya standby. Rumah sakit umum sekitar Monas standby 24 jam, Satpol PP 3.000 orang personel kita kerahkan untuk pengamanan," jelasnya.

Halaman 2 dari 7
(aan/rna)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini