"Toleransi beragama di sini sangat tinggi. Tolong menolong dan saling membantu antar sesama umat beragama menjadi pemandangan biasa di tanah kami," kata Lukas usai mengikuti dialog Pemilu Indonesia Damai di Jayapura, Selasa (29/11/2016) malam.
Lukas menyebut, adat dan budaya menjadi pemersatu suku-suku dan agama-agama yang ada di Papua.
"Adat dan budaya Papua merupakan pemersatu segala suku yang berdiam di tanah Papua, menjadi salah satu alasan keberagaman dan toleransi beragama dapat berkembang baik," ujar Lukas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jagalah kebhinnekaan di tanah Papua. Jaga NKRI ini dan jangan terpengaruh dengan pihak luar," imbaunya.
Dalam rangka menjaga Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, Pemerintah Papua akan menggelar Nusantara Bersatu di Halaman Kantor Gubernur Papua dan di Perbatasan RI-PNG, Rabu (30/11). Kegiatan tersebut akan diikuti seluruh elemen masyarakat dan agama yang ada di tanah Papua.
"Masyarakat Papua bersepakat untuk menjaga tanah ini tetap damai dan menjunjung tinggi nilai Kebhinekaan," jelasnya.
Sementara itu, Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Hinsa Siburian menyebutkan Nusantara Bersatu diharapkan dapat diikuti oleh masyarakat setempat, untuk menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan pejuang dalam merebut kemerdekaan.
"Akan ada doa bersama di Wutung, wilayah perbatasan Indonesia dan Papua Nugini. Ini juga salah satu bagian aksi dari Nusantara Bersatu," katanya.
Nusantara Bersatu (Foto: Wilpret Siagian/detikcom) |
"Kami akan melibatkan tokoh agama dan masyarakat yang nantinya mereka akan bersepakat untuk tetap menjaga tanah ini menjadi tanah damai. Secara khusus, gejolak yang terjadi di Jakarta, tak terpengaruh di Papua," tuturnya. (rna/rna)












































Nusantara Bersatu (Foto: Wilpret Siagian/detikcom)