"Kami menyelenggarakan rapim kemarin dan pada siang hari ini. Kemarin sudah dibahas sejumlah surat dari Presiden dan Kementerian Luar Negeri, termasuk soal dubes yang akan dibahas Komisi I, surat Fraksi Golkar juga terkait pergantian Ketua DPR," jelas Fadli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (29/11/2016).
Menurut Fadli, rapim tersebut sempat diskors. Dia mengakui ada perbedaan pendapat namun semua sudah diselesaikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat diskors tersebut, Akom tampak menemui tiga politikus Golkar, yaitu Idrus Marham, Kahar Muzakir, dan Robert Kardinal. Namun Fadli mengaku tidak tahu isi pembicaraan tersebut.
"Pembicaraannya tertutup dengan fraksi," jawabnya singkat.
Politikus Gerindra itu memastikan sudah tidak ada masalah terkait pergantian Ketua DPR dari Akom ke Setya Novanto. Dia tidak mau berkomentar apakah langkah Novanto melenggang ke DPR berjalan mulus. Namun dia memastikan Akom sudah menyampaikan keikhlasannya.
"Saya tidak bisa melihat sejauh mana, saya tidak mau mendahului rapat. Substansial sudah selesai, hanya prosedural dan seremonial yang belum. Pak Akom menyampaikan keikhlasan dan legowo mengembalikan Pak Setya Novanto ke DPR. Sesuai surat DPP dan lampiran Golkar. Ini kita laksanakan," jelasnya.
Rapim itu dihadiri oleh Ketua DPR Ade Komarudin dan seluruh Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Fahri Hamzah, Taufik Kurniawan, dan Agus Hermanto. Hasil rapim tersebut memutuskan rapat Badan Musyawarah akan dilangsungkan pada malam nanti pukul 20.00 WIB. Rapat itu mengundang seluruh ketua fraksi dari masing-masing partai di DPR. (ams/imk)











































