"Semua kita siapkan seperti toilet, tempat wudhu, tikar, kesehatan, dokter, dan lainnya kita siapkan karena kegitan ini untuk kepentingan bersama masyarakat Jakarta dan sekitanya," kata Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (29/11/2016).
Polda Metro Jaya dan panitia Gerakan Nasional Pegawal Fatwa-Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) telah melakukan rapat koordinasi terkait pelaksanaan teknis di lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masukan-masukan dari GNPF itu selanjutnya akan dibuat konsep pengamanannya dan pelayanannya, sehingga aksi yang diisi kegiatan doa, tausiah dan salat Jumat bersama berjalan dengan tertib dan aman.
Terkait estimasi massa, Suntana mengatakan pihaknya akan memperbaharui data dari GNPF. Estimasi massa dinilai sangat penting, karena menyangkut kesiapan tempat serta fasilitas yang harus dipersiapkan.
"Jumlah massa itu yang dipentingkan, untuk memenuhi kapasitas keliling Monas itu sangat diperlukan karena kita berharap keliling Monas kalau bisa ditaruh tikar itu bisa dipenuhi semuanya, sehingga tidak perlu ada di jalan raya," terang Suntana.
Sejauh ini, Polda Metro Jaya belum mendapat informasi terbaru mengenai massa dari Jakarta, maupun dari luar daerah yang akan ikut dalam aksi tersebut. Namun, Suntana mengimbau massa daerah seyogyanya melakukan doa bersama di wilayahnya masing-masing.
"Cuma seperti kita imbau kalau memang doa bersama ini bisa dilakukan di tempat lain juga bagus, tapi kalau mereka mau kesini juga enggak apa-apa kok, kita akan amankan, kita akan kawal, dari wilayah-wilayah hingga ke titik Jakarta, bahkan tadi kita bicarakan kantong-kantong parkir di mana mereka turun," jelas Suntana. (mei/idh)











































