"Tadi saya menyampaikan kepada Pak Presiden beberapa hal, melaporkan termasuk sekarang sedang ada pertemuan alim ulama membahas tentang konstitusi, terutama ada keinginan untuk memperbaiki sistem demokrasi kita secara lebih dewasa, karena perjalannnya cukup lama 20 tahun," kata Muhaimin usai minum teh bersama Jokowi di beranda belakang Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (29/11/2016).
Salah satu yang dibahas, jelas pria yang akrab disapa Cak Imin ini, yakni berkenaan dengan penguatan sistem presidensial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu salah satunya mengangkat kepala BIN apa perlu ke DPR? Dan banyak hal. Duta besar apakah perlu ke DPR? Dan seterusnya," tambahnya.
Dikatakan Cak Imin, penguatan sistem presidensial yang dibahas para ulama itu tujuannya untuk menyempurnakan demokrasi. Termasuk UU Pemilu yang sedang dibahas di DPR.
"Ada banyak opsi agar pemilu tahun 2019 nanti lebih kuat, lebih transparan, lebih dewasa dan partispasi masyarakat lebih dewasa lagi. UU Pemilu ini yang sedang dibahas, kebetulan Ketua Pansusnya PKB. Kita ingin mendapat arahan Pak Presiden bagaiamana caranya pembahasan ini berjalan dengan baik, semua puas, partai-partai yang ada di dalam parlemen sangat puas dalam proses pembahasan hingga tuntas nanti," jelas Cak Imin. (jor/idh)











































