"Atribut nggak terlalu penting. Kami berharap tidak usah pakai atribut ya," ujar Wakil Ketua GNPF-MUI Ustaz Zaitun Rasmin kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (29/11/2016).
Menurut dia, atribut yang seperti bendera yang dipasang di bambu dan kayu rawan bagi keselamatan. "Bendera harus pakai bambu lagi, pakai kayu, itu rawan. Jadi tidak usah. Kalau mau pakai bendera diikat saja di kepalanya," ujar dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada rute lagi, semua sasaran ke Monas, masuk ke Monas, kita duduk baca Alquran, zikir, dengar tausiah dari ulama, salat Jumat, habis salat Jumat, pengumuman bubar," lanjut dia.
Selepas acara selesai, pihak GNPF akan menemui massa untuk memastikan peserta aksi kembali ke kendaraan masing-masing dan pulang ke daerah asalnya.
"Nanti kami akan membantu para peserta untuk bubar supaya tidak ada lagi yang tinggal. Jadi kami akan berkeliling mengimbau silakan pulang. Kami akan pulang dengan rombongan terakhir," sambungnya.
Ia memastikan tidak akan ada peserta aksi yang menginap sebagaimana pada aksi 4 November lalu.
(mei/aan)











































