Elsam: Pembelian Rumah Mewah untuk Dubes PBB Wajar
Rabu, 06 Apr 2005 14:26 WIB
Jakarta - Pembelian rumah untuk Duta Besar dan Perwakilan tetap RI untuk PBB Makarim Wibisono sekitar Rp 75 miliar mengundang pro dan kontra. Elsam menilai langkah Departemen Luar Negeri membeli rumah bagi Dubes PBB tepat dan wajar.Demikian disampaikan Koordinator Program Eksekutif Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam) Agung Yuda Wiranata di Hotel Ibis Tamarin, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta, Rabu (6/4/2005)."Perwakilan Indonesia di Jenewa masih sewa lebih baik diinvestasikan untuk negara. Secara teori tidak ada yang hilang karena anggaran rumah berasal dari anggaran 2004. Cost jelas dan dana mencukupi," kata Agung."Menurut hitung Deplu jika menyewa jumlah uang yang dikeluarkan lebih banyak dibandingkan membeli. Kita butuh prestise, butuh kebanggaan. Paling tidak kita punya kantor yang sama megahnya dengan negara lain karena RI adalah negara besar. Pembelian rumah itu wajar. Mungkin bukan langkah yang tepat tetapi juga itu bukan langkah yang buruk," ungkap dia.Namun demikian, menurut Agung, tidak relevan jika pembelian rumah dikaitkan dengan bencana alam yang kerap melanda RI dan mengalirnya bantuan dari intenasional bagi korban tsunami. Departemen Luar Negeri membeli rumah mewah untuk rumah dinas Makarim Wibisono di Route' de la tatite, Distrik Collonge-Bellerive, Jenewa, Swiss, Pembelian rumah seluas 10 ribu meter persegi yang dilengkapi kolam renang ini menjadi perhatian Harian Swiss Le Matin karena dilakukan di tengah mengalirnya bantuan internasional untuk korban tsunami di Indonesia.Selain rumah mewah di Swiss, Deplu juga dilaporkan berencana membeli 15 rumah lain di luar negeri. Saat ini proses pembelian tiga rumah sudah hampir tuntas, sedangkan 12 rumah masih dirundingkan. Anggaran yang diajukan deplu untuk pembelian 12 rumah adalah Rp 1,05 triliun, sedang anggaran pembelian rumah lainnya belum diketahui.
(aan/)











































