Dalam rapat di kantor MUI, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin 28 November 2016 kemarin, dicapai beberapa kesepakatan mengenai aksi hingga teknis pelaksanaannya di lapangan.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengapresiasi adanya kesepakatan yang menjadi win-win solution tersebut. Terutama, masalah tempat pelaksanaan aksi yang tadinya akan digelar di Bundaran HI-Thamrin, dipindah menjadi di Monas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tito memyampaikan, pihaknya dibantu aprat TNI akan mengawal penuh dan memberikan pelayanan serta pengamanan aksi agar kegiatan tersebut berjalan tertib dan lancar serta super damai.
"Sehingga kami harapkan kegiatan ini berlangsung tertib, super damai dan betul-betul justru kita akan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT," imbuh Tito.
Foto: Istimewa |
1. Aksi dilaksanakan di lapangan Monas, pukul 08.00-13.00 WIB
2. Pengawasan proses hukum terus dilakukan.
3. Akan digelar zikir keselamatan megeri serta tausiah ulama, Ketua MUI Ma'ruf Amin ditunjuk sebagai khatib salat Jumat.
4. Selepas salat Jumat, pimpinan GNPF melepas kepulangan peserta dengan tertib.
5. Tim terpadu GNPF dan Polri mengatur teknis pelaksanaan, seperti menentukan kiblat, mengatur pintu masuk dan tempat wudhu.
6. Jika ada gerakan pada 2 Desember di luar kesepakatan, Polri dipersilakan menggunakan hak dan kewenangannya dalam mengambil langkah tegas.
7. Berkas yang sudah diserahkan ke Kejaksaan Agung diusahakan P-21 (lengkap).
8. Kapolri akan bekerja sama dengan GNPF agar kegiatan zikir, tausiah, doa dan salat Jumat berjalan dengan lancar. (mei/fjp)












































Foto: Istimewa