Kapolri Akan Pastikan Rangkaian Aksi 2 Desember Berjalan dengan Tertib

Kapolri Akan Pastikan Rangkaian Aksi 2 Desember Berjalan dengan Tertib

Mei Amelia R - detikNews
Selasa, 29 Nov 2016 15:42 WIB
Kapolri Akan Pastikan Rangkaian Aksi 2 Desember Berjalan dengan Tertib
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa-Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) dan Polri telah mencapai kesepakatan soal aksi tanggal 2 Desember. Salah satunya, aksi bertajuk 'Bela Islam Jilid III' itu digelar di Silang Monas, Jakarta Pusat.

Dalam rapat di kantor MUI, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin 28 November 2016 kemarin, dicapai beberapa kesepakatan mengenai aksi hingga teknis pelaksanaannya di lapangan.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengapresiasi adanya kesepakatan yang menjadi win-win solution tersebut. Terutama, masalah tempat pelaksanaan aksi yang tadinya akan digelar di Bundaran HI-Thamrin, dipindah menjadi di Monas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami apresiasi ini tidak melanggar hukum, karena tidak mengganggu ketertiban umum dan penyampaian pendapat juga tetap dilaksanakan, dan saya yakin teman-teman yang melaksanakan kegiatan tersebut akan didengar juga oleh banyak pihak tentang apa yang ingin disampaikan," ujar Tito di Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Tito memyampaikan, pihaknya dibantu aprat TNI akan mengawal penuh dan memberikan pelayanan serta pengamanan aksi agar kegiatan tersebut berjalan tertib dan lancar serta super damai.

"Sehingga kami harapkan kegiatan ini berlangsung tertib, super damai dan betul-betul justru kita akan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT," imbuh Tito.

Kapolri Akan Pastikan Rangkaian Aksi 2 Desember Berjalan dengan TertibFoto: Istimewa
Berikut poin-poin pelaksanaaan dalam aksi super damai tersebut yang diterima detikcom dari Mabes Polri:

1. Aksi dilaksanakan di lapangan Monas, pukul 08.00-13.00 WIB
2. Pengawasan proses hukum terus dilakukan.
3. Akan digelar zikir keselamatan megeri serta tausiah ulama, Ketua MUI Ma'ruf Amin ditunjuk sebagai khatib salat Jumat.
4. Selepas salat Jumat, pimpinan GNPF melepas kepulangan peserta dengan tertib.
5. Tim terpadu GNPF dan Polri mengatur teknis pelaksanaan, seperti menentukan kiblat, mengatur pintu masuk dan tempat wudhu.
6. Jika ada gerakan pada 2 Desember di luar kesepakatan, Polri dipersilakan menggunakan hak dan kewenangannya dalam mengambil langkah tegas.
7. Berkas yang sudah diserahkan ke Kejaksaan Agung diusahakan P-21 (lengkap).
8. Kapolri akan bekerja sama dengan GNPF agar kegiatan zikir, tausiah, doa dan salat Jumat berjalan dengan lancar. (mei/fjp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads