"Pendidikan harga mati seperti NKRI," kata Agus di Rumah Makan Handayani Prima, Jalan Matraman, Matraman, Jakarta Timur, Selasa (29/11/2016).
Agus mengingatkan bahwa jangan lagi membanggakan Indonesia sebagai negara yang memiliki kekayaan alam yang melimpah. Karena, bila terus mengingat hal tersebut, bangsa Indonesia akan terlena dengan hal tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, dirinya memberikan apresiasi untuk seluruh guru yang ada di Indonesia. Karena guru yang membuat masyarakat dapat berpijak kuat untuk bisa menjalani hidup di era modernisasi serta teknologi seperti ini.
"Tanpa pendidikan, negara ini menjadi bangsa yang suram, maka dari itu saya dengan Sylvi fokus di permasalahan seperti itu. Saya meyakini kualitas pendidikan kita bisa ditingkatkan, mulai dari sekolah bertaraf negeri dan swasta harus ditingkatkan kualitasnya," kata putra sulung SBY tersebut.
Menurutnya saat fasilitas serta pembangunan di bidang pendidikan sudah terealisasi dan menjadi lebih baik, pembenahan secara karakter dan kreatifitas para murid juga harus ditingkatkan untuk menghadapi persaingan ke depan yang lebih sulit.
"Karena ke depannya generasi muda akan menghadapi masalah yang lebih kompleks. Banyak tantangan dan permasalahan, kalau tak miliki keteguhan jati diri sebagai bangsa Indonesia, maka sangat mudah terkontaminasi," ucap Agus.
"Hidup adalah universitas abadi," tutupnya. (bis/imk)











































