Sepakat Rujuk Nasional, Menhan: Cari Solusi dengan Hati yang Bersih

Sepakat Rujuk Nasional, Menhan: Cari Solusi dengan Hati yang Bersih

Haris Fadhil - detikNews
Selasa, 29 Nov 2016 13:25 WIB
Sepakat Rujuk Nasional, Menhan: Cari Solusi dengan Hati yang Bersih
Menhan Ryamizard Ryacudu/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Gagasan rujuk nasional yang disuarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) direspons positif Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. Menurutnya dialog nasional memang perlu dilakukan.

"Dialog nasional itu baik sekali, cari solusi bagaimana yang terbaik tapi tetap harus dengan hati bersih jangan ada titip-titipan," ujar Ryamizard usai mengikuti upacara peringatan HUT ke-45 KORPRI di Silang Monas Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (29/11/2016).

(Baca juga: Gagas Rujuk Nasional, Ketum MUI: Kita Harus Bersatu, Jangan Ada Prasangka)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Ryamizard, temu nasional harus dilakukan untuk menguatkan kesepahaman antara pejabat negara dan pihak masyarakat. Karenanya, rujuk nasional tidak boleh 'disusupi' kepentingan lain.

"Kalau ada titip-titipan dari kelompok tertentu urusannya jadi lain. Kalau bersih suci berjalan bagus kok. Kalau susah kita yang rugi," imbuhnya.

Gagasan rujuk nasional diusulkan Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin. Pertemuan ini diharapkan dapat menjembatani komunikasi para petinggi negara, tokoh masyarakat, dan para ulama untuk membahas kondisi bangsa.

(Baca juga: Habib Rizieq Sambut Baik Usul Rujuk Nasional Gagasan MUI)

Rujuk nasional, menurut Ma'ruf, harus digelar secepatnya setelah aksi damai 2 Desember di Monas. Konsolidasi nasional penting untuk saling tukar pikiran, juga mencari solusi bersama guna mempererat solidaritas nasional.

"Kita perlu melakukan pertemuan, dialog nasional untuk bisa mencapai rujuk nasional. Jadi rujuk nasional akan menyatukan seluruh potensi bangsa ini, jangan sampai ada kecurigaan, ada prasangka, ada praduga yang tidak tepat dan membuat kesalahpahaman," ujar Ma'ruf Amin saat dihubungi detikcom, Selasa (29/11). (fdn/fjp)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini