"Kita kawal mereka pakai sepeda patroli roda dua sama pakai motor patroli. Kalau pakai mobil nanti macet. Mereka akan mengawal para pejalan kaki ini sampai sejauh mana mereka kuat berjalan kaki," ucap Kapolres Ciamis AKBP Didi Hayamansyah kepada detikcom melalui saluran telepon, Selasa (29/11/2016).
Didi menyatakan, hingga kini 86 orang tersebut masih sanggup berjalan menuju Jakarta. Kini mereka melanjutkan perjalanannya dari ponpes Miftahul Huda Utsmaniyah Cihaurbeuti, yang berada di perbatasan Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya. Mereka akan melanjutkan perjalanan menuju Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya dengan jarak tempuh 7 KM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Didi membantah, ada pihak PO Bus yang menjemput mereka di tengah jalan. Para massa aksi jalan kaki ini tetap berjalan kaki mencapai tujuannya. Didi melanjutkan, pihaknya akan terus memantau sampai sejauh mana mereka sanggup berjalan.
"Sesanggupnya mereka saja sampai sejauh mana buat jalan kaki. Karena banyak yang berjalan sejauh 2 kilo saja mereka udah nggak sanggup. Jadi kalau sudah nggak sanggup ya mereka akan pulang sendiri (ke Ciamis)," tuturnya.
Foto: Istimewa |
Didi mengimbau, kepada seluruh massa aksi pejalan kaki untuk mengurungkan niatnya melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Selain perjalanan dengan jarak yang ditempuh sangat jauh, kesehatan untuk ke-86 orang itu juga sangat penting.
"Ya kita menghimbau alangkah lebih baik tidak melanjutkan perjalanan. Karena kita juga sudah berkoordinasi dengan para ulama dan para petinggi ponpes di Ciamis kita akan gelar doa bersama di Mesjid Raya Ciamis. Ini demi kesuksesan acara di Jakarta juga," pesannya. (bbn/try)












































Foto: Istimewa