"Berkaitan dengan imbauan dengan kegiatan yang akan dilakukan GNPF, kami mengimbau masyarakat untuk tidak membawa senjata yang berbahaya. Terutama senjata tajam dan bambu runcing. Jangan seperti kegiatan yang lalu dimana sebagian masyarakat ada yang membawa tiang bendera yang ujungnya diruncingkan, ini bahaya," kata Boy dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (29/11/2016).
Boy memastikan, polisi mengedepankan upaya persuasif dalam mengamankan pergerakan massa. Setiap personel kepolisian yang akan turun dalam pengamanan, tidak ada yang membawa senjata api.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada 22 ribu personel gabungan Polri dan TNI yang bertugas mengamankan aksi damai 2 Desember. Pengamanan juga dibantu pihak lain seperti Satpol PP.
Selain itu, polisi juga berharap laskar Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI dapat menjaga ketertiban pergerakan dan perkumpulan massa di Silang Monas nanti. Keikutsertaan mereka diharapkan bisa mencegah gangguan pada aksi damai. (jbr/fdn)











































