Ahok Pamer Kinerja Tangani Banjir di Jakarta: Bereskan Waduk hingga Pompa

Ahok Pamer Kinerja Tangani Banjir di Jakarta: Bereskan Waduk hingga Pompa

Andhika Prasetia - detikNews
Selasa, 29 Nov 2016 10:13 WIB
Ahok Pamer Kinerja Tangani Banjir di Jakarta: Bereskan Waduk hingga Pompa
Foto: Jabbar Ramdani/detikcom
Jakarta - Calon Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memaparkan program penanggulangan banjir yang telah dilakukan. Bagi cagub petahana itu, cara untuk menanggulangi banjir itu sederhana.

Program pertama yang disampaikan Ahok adalah melalui pembangunan waduk dan daerah serapan air di Jakarta. Ahok mengatakan, sewaktu aktif menjabat Gubernur DKI, dia telah membangun 50 waduk.

Selain itu, untuk pembangunan waduk, ia membebaskan lahan seluas 480.000 meter persegi dengan anggaran yang telah dihabiskan untuk pembebasan lahan itu sebesar Rp 1,2 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sudah membereskan 50 waduk, termasuk Waduk Pluit. Dari dulu waduk kita penuh enceng gondok karena tanah berlumpur. Banjir di Jakarta itu sederhana, sungai ada 13 yang utama. Di antara 13 sungai, ada Kanal Banjir Barat, ada Cengkareng. Kenapa butuh waduk? Kalau waduk, kita pompa buat ke laut," ujar Ahok di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (29/11/2016).

Solusi untuk mengatasi banjir yang telah dikerjakan oleh Ahok adalah melalui penambahan pompa air, baik pompa mobile maupun pompa stasioner. Ia mengatakan juga telah menambah pompa di sejumlah wilayah, seperti di Pasar Ikan, Grogol, dan sebagainya.

"Di utara, pompa Waduk Pluit kita bereskan, Pasar Ikan beres, Istiqlal beres, Juanda beres. Kita juga lagi normalisasi, (Jakarta) Selatan paling banyak sungai. Kami yakin banjir di Jakarta cepat beres," terang cagub nomor urut 2 itu.

Tak hanya soal pembangunan fisik, Ahok menyebut ia juga memberdayakan pekerja Dinas Tata Air serta Petugas Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) yang siaga untuk menangani banjir di Jakarta. Gaji mereka juga diberikan sesuai dengan upah minimum provinsi (UMP).

"Ada 15 ribu (anggota) Pasukan Oranye, lalu ada 2.000 Pasukan Biru. Pernah kejadian di TVRI tenggelam. Saat dicek, ada perahu kano di saluran. Bingung saya," ungkap mantan Bupati Belitung Timur itu. (nkn/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads