Program pertama yang disampaikan Ahok adalah melalui pembangunan waduk dan daerah serapan air di Jakarta. Ahok mengatakan, sewaktu aktif menjabat Gubernur DKI, dia telah membangun 50 waduk.
Selain itu, untuk pembangunan waduk, ia membebaskan lahan seluas 480.000 meter persegi dengan anggaran yang telah dihabiskan untuk pembebasan lahan itu sebesar Rp 1,2 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Solusi untuk mengatasi banjir yang telah dikerjakan oleh Ahok adalah melalui penambahan pompa air, baik pompa mobile maupun pompa stasioner. Ia mengatakan juga telah menambah pompa di sejumlah wilayah, seperti di Pasar Ikan, Grogol, dan sebagainya.
"Di utara, pompa Waduk Pluit kita bereskan, Pasar Ikan beres, Istiqlal beres, Juanda beres. Kita juga lagi normalisasi, (Jakarta) Selatan paling banyak sungai. Kami yakin banjir di Jakarta cepat beres," terang cagub nomor urut 2 itu.
Tak hanya soal pembangunan fisik, Ahok menyebut ia juga memberdayakan pekerja Dinas Tata Air serta Petugas Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) yang siaga untuk menangani banjir di Jakarta. Gaji mereka juga diberikan sesuai dengan upah minimum provinsi (UMP).
"Ada 15 ribu (anggota) Pasukan Oranye, lalu ada 2.000 Pasukan Biru. Pernah kejadian di TVRI tenggelam. Saat dicek, ada perahu kano di saluran. Bingung saya," ungkap mantan Bupati Belitung Timur itu. (nkn/imk)











































