Anwar Ibrahim: Malaysia Bukan Negara Muslim Moderat
Rabu, 06 Apr 2005 12:47 WIB
Jakarta - Bebas dari penjara, Anwar Ibrahim semakin gencar melontarkan kecaman menyangkut pemerintah Malaysia. Mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia itu juga mengritik pemerintah AS karena menyebut Malaysia sebagai negara Muslim moderat yang demokratis.Anwar mencetuskan demokrasi justru tidak begitu bisa dinikmati rakyat Malaysia. Menurut figur oposisi itu, tidak ada pemilihan umum yang bebas dan adil di Malaysia serta kurangnya kebebasan berbicara, yang menghalangi pembeberan korupsi di negeri yang kini dipimpin Perdana Menteri (PM) Abdullah Ahmad Badawi."Bagaimana Anda bisa memiliki pemilu yang bebas dan adil jika pandangan oposisi tidak didengar?" tanya Anwar dalam pidato pertamanya di depan publik AS sejak bebas dari penjara pada September 2004 lalu."Keseluruhan media dikuasai partai berkuasa dan Anda punya pemilu yang bebas dan adil?" sindir Anwar seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (6/4/2005). "Maksud saya ini ejekan, ini juga ejekan saat Washington, misalnya, menyetujui praktek tersebut karena itu menggambarkan ketidakpedulian ataupun inkonsistensi dalam berurusan dengan negara-negara seperti itu," cetus Anwar di Universitas Johns Hopkins, Washington.Malaysia kerap disebut pemerintah AS sebagai negara Muslim moderat dan demokratis. Hubungan kedua negara semakin membaik sejak PM Badawi menggantikan Mahathir Mohammad, yang vokal mengritik AS dan negara-negara Barat lainnya.Untuk mendukung klaimnya bahwa hanya ada sedikit kebebasan di Malaysia, Anwar mengutarakan bahwa dirinya dilarang berpidato di depan para mahasiswa. "Saya tidak dibolehkan berbicara dengan mahasiswa di universitas manapun di dalam negeri," tutur politikus berusia 57 tahun itu.
(ita/)











































