Indikasi Hatta Gabung ke Soetrisno Makin Kuat
Rabu, 06 Apr 2005 12:32 WIB
Jakarta - Upaya penggabungan kekuatan kubu Soetrisno Bachir dengan kubu Hatta Rajasa makin mendekati kenyataan. Soetrisno Bachir membuka pintu bagi Hatta. Namun, di kubu Hatta masih diwarnai pro dan kontra. Soetrisno Bachir kepada detikcom, Rabu (6/4/2005) mengaku sampai sekarang belum ada kesepakatan untuk menggabungkan kekuatan dengan Hatta Rajasa. Namun, Soetrisno membuka kemungkinan itu. Dan sampai sekarang, komunikasi Soetrisno dengan Hatta tidak terputus. "Kalau Mas Hatta mau menggabungkan kekuatan, ya kita tunggu saja. Mungkin saja kan, nanti DPD-DPD yang mendukung Mas Hatta akan diminta mendukung saya. Tapi, kan prosesnya tidak semudah memindahkan barang," kata Soetrisno. Sementara itu, indikasi penggabungan dua kekuatan ini juga makin agak jelas, karena nanti malam akan ada pertemuan Amien Rais dengan Hatta Rajasa di Yogya. "Pak Hatta nanti malam ke Yogya, karena dipanggil Pak Amien. Tapi membahas masalah apa, belum jelas," kata sumber detikcom. Isu yang beredar, pertemuan Amien-Hatta nanti salah satunya mematangkan rencana penggabungan dua kekuatan ini. Diyakini, hanya Amien yang bisa menengahi kesepakatan penggabungan dua kekuatan ini. Seperti diberitakan sebelumnya, bila dua kekuatan ini bersatu, maka tidak terhindari adanya konsesi-konsesi dalam kepengurusan DPP PAN nanti. Isu yang beredar, Soetrisno akan maju sebagai ketua umum PAN, Hatta akan dijadikan Wakil Ketua MPP (Majelis Pertimbangan Partai). Sedangkan Amien akan diposisikan sebagai Ketua MPP. Posisi sekjen akan diberikan kepada kubu Hatta. Upaya penggabungan ke kubu Soetrisno Bachir ini sebenarnya masih belum disepakati sepenuhnya oleh tim Hatta Rajasa. Masih terjadi pro dan kontra. Pihak yang setuju dengan penggabungan kekuatan ini antara lain Rizal Djalil, Abdul Hadi Jamal, dan Zulkifli Hasan. Sedangkan kubu yang kontra adalah sejumlah orang DPP yang mendukung Hatta, seperti Alimin, Soewarno Adiwijoyo, Farhan Hamid, dan Alvin Lie. Pihak kontra menginginkan penggabungan kekuatan tidak dilakukan secara dini. Mereka ingin penggabungan dilakukan setelah pemilihan ketua umum tahap pertama.Alasan mereka, dukungan terhadap Hatta masih mengalir kencang. Bukan tidak mungkin, DPD-DPD yang semula mendukung Soetrisno Bachir kini berganti haluan mendukung Hatta. "Seperti Aceh, yang dulunya sudah mendukung Soetrisno, kini sudah mendukung Hatta," kata salah seorang tim sukses Hatta.
(asy/)











































