Ahok menyebut turunnya hasil survei sebagai hal yang baik. Alasannya, agar parpol pengusung dan relawan Ahok-Djarot makin bekerja keras.
"Ini bagus, supaya para relawan dan parpol pendukung kerja lebih keras lagi," kata Ahok di Kantor DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Jalan Wahid Hasyim, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagi petahana, tinggal melihat program kerja yang ada saja. Kita enggak bisa ngomong apa-apa. Kalau penantang kan tinggal bilang saya mau, saya akan. Kalau buat kami, kami enggak bisa mengelak. Kamu tinggal lihat saja pekerjaannya apa," ucap Ahok.
Ahok sendiri merasa heran, dengan hasil survei yang mengatakan bahwa tingkat kepuasan terhadap kinerja Ahok-Djarot masih tinggi. Hal tersebut berbanding terbalik dengan elektabilitas Ahok-Djarot yang selalu menurun.
"Yang kita lihat, angka kepuasan kerja kita kan masih tinggi. Jadi kalau ada yang enggak mau pilih, kalau kata pengamat itu sedikit anomali," tutur mantan Bupati Belitung Timur itu.
"Kita tunggu saja 15 Februari," tutupnya.
Sebelumnya, pada rilis terbaru survei Poltracking Indonesia, pada Minggu (27/11) kemarin, pasangan cagub/cawagub nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni berada di urutan teratas dengan 27,92 persen. Sementara di urutan kedua adalah Ahok-Djarot dengan 22 persen, sedangkan Anies Baswedan-Sandiaga Uno menempel diurutan terakhir dengan 20,42 persen.
Dari hasil survei tersebut juga didapatkan data bahwa publik tetap puas dengan kinerja Ahok-Djarot. Tingkat kepuasan publik pada Ahok berada diangka 63,08 persen. Sementara pada Djarot berada diangka 47,75 persen.
Survei dilakukan pada 7-17 November 2016. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan 1200 responden. Margin of error dari survei yakin 2,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
(bis/imk)











































