Demi Indonesia, Jaga Toleransi dan Kerukunan

Demi Indonesia, Jaga Toleransi dan Kerukunan

Haris Fadhil - detikNews
Senin, 28 Nov 2016 16:52 WIB
Demi Indonesia, Jaga Toleransi dan Kerukunan
Foto: Masyarakat Sipil sampaikan pernyataan sikap (Haris Fadil/detikcom)
Jakarta - Sejumlah elemen yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil menyebut munculnya gejala melemahnya kualitas demokrasi. Karena itu, semua pihak diimbau untuk tetap menjaga suasana kondusif di tanah air.

"Seruan bersama ini adalah bentuk kepedulian para tokoh dan elemen sipil atas gejala melemahnya kualitas demokrasi dan pengingkaran pada kemajemukan," kata Ketua Yayasan Cahaya Guru Henny Supolo dalam acara seruan bersama bertajuk 'merawat Kemajemukan, Meningkatkan Kualitas Demokrasi Kita' di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, Senin (28/11/2016).

Acara ini juga dihadiri Guru Besar Melbourne University Todung Mulya Lubis, ketua SETARA Institute Hendardi, (Direktur LIMA Indonesia Ray Rangkuti, Direktur Eksekutif Imparsial Al Araf.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Henny mengimbau masyarakat untuk bersama-sama membangun dan memperteguh kebhinnekaan dengan Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar. Tidak hanya itu, elemen masyrakat ini juga mendukung langkah Kepolisian untuk menjaga ketertiban umum.

"Pembatasan atas demonstrasi hanya dibenarkan jika kegiatan tersebut melanggar kepentingan dan ketertiban umum," ujarnya.

Namun, Henny menyayangkan adanya penggunaan delik makar yang dianggap dapat memperkeruh suasana. "Penggunaan delik makar secara tidak akuntabel hanya akan membahayakan demokrasi," jelasnya.

Menurutnya, bangsa Indonesia memiliki keberagaman yang harus tetap dipertahankan. Setiap orang memiliki tugas yang sama dalam menjaga dan mempertahankan keberagaman tersebut.

"Kami menyerukan agar mengutamakan nilai-nilai perdamaian dan kerukunan menjadi perhatian semua elemen bangsa," tegasnya.

Selain itu, dia juga meminta tiap elemen mulai dari pimpinan lembaga negara hingga masyarakat untuk meningkatkan edukasi tentang kebhinnekaan dan toleransi antarsesama. (idh/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads