Agus tiba di sentral pengrajin tempe, Jalan Utan Panjang II, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2016) pukul 12.27 WIB. Sesampainya, Agus mencoba membungkus tempe.
"Ini panjangnya berapa meter, Pak? 2 meter ya?" tanya Agus kepada perajin tempe yang disambut dengan anggukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mas Agus, kalau jadi gubernur, tolong perhatikan kami. Kita butuh bantuan modal, mesin pemecah kedelai, stabilitas harga kedelai, dan koperasi," kata salah satu pedagang.
Agus yang mendengar keluhan tersebut berjanji akan memperhatikan dan mencatat keluhan perajin tempe.
"Terima kasih ya, Pak, saya catat semuanya ya. Jadi saya hadir di sini sengaja untuk melihat salah satu bentuk usaha kecil dan mikro, yaitu usaha perajin tempe yang setiap hari kita makan sebetulnya," ujar Agus.
Agus menambahkan, jika perajin tempe diberikan modal usaha, usaha mereka akan semakin berkembang. Untuk pengadaan koperasi, menurutnya, hal itu sudah menjadi programnya bersama pasangannya, Sylviana Murni.
"Koperasi juga menjadi bagian program dari saya dan Mpok Sylvi agar terus diberdayakan dan ditingkatkan peranannya. Harapannya, koperasi juga bisa lebih menyalurkan segala produk yang ada di pasar tradisional ini, termasuk tempe itu tadi," tutup Agus.
(imk/imk)










































