DetikNews
Senin 28 Nov 2016, 15:02 WIB

Jadi Tersangka Isu Rush Money, Abu Uwais Tak Mengajar di Sekolah

Okky Budi Permana - detikNews
Jadi Tersangka Isu Rush Money, Abu Uwais Tak Mengajar di Sekolah Kadiv Humas Mabes Polri Irjen (Pol) Boy Rafli Amar menggelar jumpa pers terkait penangkapan AR atau Abu Uwais, pelaku penyebaran isu rush money.Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Abdul Rozak (31) hari ini tidak masuk bekerja di SMA Pluit Raya, Penjaringan, Jakarta Utara. Guru pemilik akun Facebook bernama Abu Uwais ini ditetapkan sebagai tersangka penyebaran isu rush money.

"Yang pasti dia tidak masuk dulu, kami juga bisa mengerti ya paham lah Beliau harus menghadapi beberapa proses yang harus dilakukan," kata salah satu guru rekan kerja Abu Uwais saat ditemui, Senin (28/11/2016).

Menurut guru yang menolak namanya disebut ini, tak ada 'instruksi' khusus dari pihak sekolah mengenai abu Uwais. Kebetulan hari ini tengah dilakukan ujian akhir sekolah (UAS).

"Jadi nggak ada tekanan harus masuk, walaupun hari ini UAS karena kita sedang sibuk semua di sini," sebutnya.

Tapi guru ini menolak berbicara soal perkara yang melilit Abu Uwais. Abu disebut polisi memamerkan duit dari uang SPP siswa. Duit disusun Abu Uwais. dalam rangkaian berbentuk tulisan '2 Des' dan '212' yang merujuk pada aksi 2 Desember.

"Kalau itu saya nggak tahu, sama sekali nggak tahu. Info lebih lanjut lagi tanyakan ke Bareskrim," ujarnya.

 Sekolah tempat Abdul Rozak alias Abu Uwais tersangka penyebaran isu rush money mengajar, Senin (28/11/2016)Foto: Okky Budi Permana/detikcom
Sekolah tempat Abdul Rozak alias Abu Uwais tersangka penyebaran isu rush money mengajar, Senin (28/11/2016)

Polisi menetapkan Abu Uwais sebagai tersangka karena diduga menyebarkan hasutan untuk menarik uang secara bersama-sama dari bank (rush money).

Status soal rush money juga ditulis pada 22 November di akun Facebook. "Aksi "RushMoney" mulai berjalan.. Ayo ambil uang kita dari bank milik komunis," tulis Abu Uwais.

Meski menjadi tersangka, Abu Uwais yang ditangkap pada Jumat (25/11) dini hari tidak ditahan.

"AR statusnya tersangka, dia tidak ditahan hanya wajib lapor. Kenapa tidak ditahan? karena alasan kemanusiaan, masih punya anak kecil dan dia seorang guru," jelas Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar dalam jumpa pers, Sabtu (26/11).

Abu Uwais dijerat pidana dengan Pasal 28 ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ancaman pidana penjara dari pasal tersebut paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar.
(fdn/fjp)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed