Ada di Posisi 2 Survei Poltracking, Djarot: Suatu Ketika Nanti Akan Naik

Dinamika Pilgub DKI

Ada di Posisi 2 Survei Poltracking, Djarot: Suatu Ketika Nanti Akan Naik

Bisma Alief Laksana - detikNews
Senin, 28 Nov 2016 14:33 WIB
Ada di Posisi 2 Survei Poltracking, Djarot: Suatu Ketika Nanti Akan Naik
Foto: Djarot di kandang Banteng (Bartanius Dony/detikcom)
Jakarta - Hasil survei Poltracking Indonesia menempatkan elektabilitas pasangan Basuki T Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat berada di urutan kedua. Elektabilitas pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang juga petahana itu hanya 22 persen.

Baca juga: Survei Poltracking: Elektabilitas Agus-Sylvi Tertinggi, Anies-Sandi Terendah

Djarot tidak mau ambil pusing dengan hasil survei tersebut. Dia menganggap dukungan warga yang datang ke Rumah Lembang menandakan Ahok-Djarot masih dibutuhkan warga Jakarta.

"Saya yakin mengalir saja. Kalau kita lihat, misal di Rumah Lembang ini, indikasinya semakin hari kita semakin enggak menurun. Kemudian kita lihat dukungan mereka, sampai mereka mau bergotong royong. Itu menandakan bahwa Ahok-Djarot sangat dibutuhkan," kata Djarot di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Djarot, banyaknya orang yang menyumbang untuk kampanye dengan membeli baju kotak-kotak khas mereka, membuktikan bahwa warga Jakarta masih menginginkan program-program dari pasangan calon nomor urut 2 tersebut. Djarot yakin suara Ahok-Djarot akan naik di hari pemilihan cagub/cawagub pada 15 Februari 2017.

"Berarti kalau orang sudah mulai beli baju, baju itu kan dijual toh? Berarti artinya mereka banyak berharap betul dan yakin pada kita," ujar mantan Wali Kota Blitar tersebut.

"Bahwa kita yakin pada suatu ketika nanti akan naik. Kita tunggu saja tanggal 15 Februari," lanjutnya.

Sebelumnya, pada rilis terbaru survei Poltracking Indonesia Minggu (27/11) kemarin, pasangan cagub/cawagub nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni berada di urutan teratas dengan 27,92 persen. Sementara di urutan kedua adalah Ahok-Djarot dengan 22 persen, sedangkan Anies Baswedan-Sandiaga Uno menempel diurutan terakhir dengan 20,42 persen.

Survei dilakukan pada 7-17 November 2016. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan 1200 responden. Margin of error dari survei yakni 2,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (bis/erd)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini