Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengapresiasi pencalonan Tantowi Yahya tersebut. "Saya positif dengan tren seperti itu, karena isu luar negeri itu Komisi I sudah terbiasa pola diplomatik," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2016).
Fahri menyebut Komisi I terbiasa bermitra dengan kedutaan negara sahabat. Sehingga Tantowi sudah lama belajar mengenai politik luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fahri pun mendukung jika mantan anggota komisi I DPR masuk di bidang diplomasi luar negeri. "Alangkah baiknya memang mantan Komisi I masuk ke jalur kedutaan. Sebenarnya tren di Amerika itu mantan senator jadi presiden karena dia ngerti isu umum," bebernya.
Dengan alasan itulah Fahri mendukung Tantowi menjadi Dubes Di Selandia Baru. Malah dia menyayangkan kapasitas setingkat Tantowi hanya ditempatkan di New Zealand.
"Kalau kaya mas Tantowi kita tidak ragu lagilah kemampuannya, bahkan menurut saya kenapa di New Zealand itu orang harusnya Australia, Inggris atau Amerika jago ini orangnya. Jadi saya mendukung orang-orang seperti pak Tantowi," kata politikus Partai Keadilan Sejahtera itu.
Pujian untuk Tantowi juga datang dari Wakil Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid. Dia berharap fit and proper tes Tantowi dan 20 nama calon dubes yang diajukan ke Komisi I DPR akan berjalan lancar.
Menurut Meutya, fit and proper tes akan segera dilakukan setelah Komisi I DPR menerima surat dari pimpinan dewan. Jika tak ada rintangan fit and proper tes akan berlangsung selama 2 sampai 3 hari. "Masa sidang ini ya harus terlaksana. Pelaksanaannya sendiri (fit and proper test) mungkin 2 sampai 3 hari, dengan asumsi ada 20-an calon dubes," kata Meutya. (ams/erd)











































