DetikNews
Senin 28 November 2016, 12:40 WIB

Video Mengharukan Balita Korban Bom Samarinda Nyanyi Lagu Gereja

Herianto Batubara - detikNews
Video Mengharukan Balita Korban Bom Samarinda Nyanyi Lagu Gereja Foto: Alvaro Sinaga terbaring di rumah sakit (Istimewa/Youtube)
Samarinda - Video balita korban pelemparan bom di depan Gereja Oikumene Samarinda, Kalimantan Timur, ini viral di media sosial (medsos). Meski terbaring di rumah sakit dengan badan dan wajah terbalut perban, mereka tetap ceria menyanyikan lagu gereja.

Dilihat detikcom, Senin (28/11/2016) video ini sudah banyak diunggah oleh netizen di medsos, seperti di Facebook dan YouTube. Salah satu yang mengunggah di Facebook adalah netizen bernama Mary Asiba Hutapea.

"Video korban bom Gereja Oikumene Samarinda, Trinity Hutahayan dan Alfaro Aurelius Tristan Sinaga. Sedih nontonnya, di tengah-tengah musibah yang mereka alami, mereka masih tetap memuji nama Tuhan, dengan lagu kesukaan mereka: 'Kingkong Badan Besar Tapi Kaki Pendek'. Semoga cepat sembuh ya sayang, tetap semangat dan ceria selalu. Anak Tuhan Yesus harus lebih kuat lagi. Gbu all," tulis Mary.

Pukul 11.24 WIB ini, video yang diunggah Mary itu sudah di-share oleh sebanyak 27 ribu lebih netizen. Video itu juga mendapatkan hampir 7 ribu komentar. Banyak yang mengaku sedih dan terharu. Mereka juga berkirim doa agar anak-anak korban bom molotov ini cepat sembuh.

Dalam video itu, Trinity (3) dan Alvaro (4) tampak terbaring di atas tempat tidur yang berdekatan di RSUD Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda, Kalimantan Timur. Meski wajah dan tubuh terbalut perban, keduanya ceria menyanyikan lagu gereja 'Kingkong Badannya Besar'.

Video Mengharukan Balita Korban Bom Gereja Samarinda Nyanyi Lagu GerejaFoto: Trinity Hutahayan terbaring di rumah sakit (Istimewa/Youtube)

Suara seorang ibu terdengar mengajak Trinity dan Alvaro menyanyikan lagu 'Kingkong Badannya Besar'.

Ibu: Ayo Ity (Trinity) dulu, Ity...

Trinity: Kingkong badannya gendut... (tertawa)

Ibu: Aduh kok gendut. Jangan gendut, nang. Coba sekarang, Varo (Alvaro).

Alvaro: Kingkong badannya gendut... (Tertawa bersama Trinity).

Alvaro dan Trinity tertawa geli. Mereka bercanda saat menyanyikan lirik lagu itu. Lirik lagu kingkong badannya besar, mereka ubah menjadi kingkong badannya gendut.

"Aduuuuuh...gendut terus ah. Janganlah gendut terus," kata ibu itu meminta Alvaro dan Trinity menyanyikan lagu tersebut secara benar. Kedua balita itu pun akhirnya menyanyikan lirik lagunya dengan benar.

"Kingkong badannya besar, tapi aneh kakinya pendek. Lebih aneh binatang bebek, lehernya panjang, kakinya pendek. Haleluya Tuhan Mahakuasa. Haleluya Tuhan Mahakuasa...," demikian Alvaro dan Trinity menyanyikan lagu itu bergantian.

Lagu 'Kingkong Badannya Besar' ini memang merupakan lagu favorit Alvaro dan Trinity. Lagu ini juga merupakan lagu favorit Intan Olivia Marbun (Banjarnahor) sahabat kedua balita ini, yang juga menjadi korban ledakan bom molotov tersebut. Sayangnya, balita berusia 2,5 tahun itu sudah lebih dulu menghadap Sang Pencipta karena luka bakar yang sangat parah.

Baca juga: #RIPIntan, Ibunda Intan: Cukuplah Anak Saya yang Jadi Korban

Dikonfirmasi detikcom, suara ibu di dalam video itu ternyata merupakan suara ibunda Alvaro, Novita Sagala. Dia sengaja merekam video Alvaro dan Trinity bernyanyi untuk koleksi pribadinya.

"Memang saya yang merekamnya untuk pribadi. Mungkin ada keluarga yang menyebar ke internet. Tapi ya puji Tuhan lah, banyak yang mendoakan anak-anak kami," kata Novita saat dihubungi detikcom lewat telepon, Senin (28/11/2016). Dia mengambil video itu belum lama ini.

Video Mengharukan Balita Korban Bom Gereja Samarinda Nyanyi Lagu GerejaFoto: Alvaro Sinaga terbaring di rumah sakit (Istimewa/Youtube)

Novita, yang selalu menjaga anaknya di rumah sakit, mengatakan, saat ini kondisi Alvaro, Trinity, dan balita lainnya yang jadi korban bom molotov ini, Anita Kristobel (2), semakin membaik. Ketiga balita jemaat HKBP Samarinda Seberang ini sudah 2 minggu terbaring di rumah sakit.

"Sejauh ini, puji Tuhan sudah ada perkembangan. Sudah bisa cerita, nyanyi, sudah ketawa. Tapi masih dibalut perban semua," ujarnya. Anita mengatakan, para balita ini sudah sangat ingin pulang dan kembali bermain dengan teman-temannya. Namun dokter belum bisa memastikan kapan mereka bisa keluar karena luka bakar ini butuh penanganan khusus.

"Masih lama mungkin bisa pulang, masih disuruh bersabar," ucapnya.
(hri/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed