Ini disampaikannya saat menyapa warga di Jalan Pasar Taniwan RT 07 RW 05, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (28/11/2016). Seorang warga kemudian mengeluhkan penanganan banjir di wilayah mereka yang kerap terjadi.
"Pak, waktu minggu lalu hujan 3 sampai 4 jam, dan kemudian terjadi banjir luas. Dulu kalau waktu hujan, ada yang sedot. Sekarang sudah enggak ada lagi," kata seorang warga bernama Nasir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menjawab keluhan warga, Anies berjanji akan membenahi pelayanan birokrasi dalam mengurus permasalahan warga, khususnya banjir. Menurutnya, agar pejabat publik bertanggung jawab, warga harus mengenal siapa penanggung jawab atas permasalahan yang dihadapi.
"Ini memang kadang suatu masalah, pejabatnya sudah tidak ada, programnya tidak jalan. Yang harus kita ubah cara kerja sistemnya. Kenapa, siapa pun yang memimpin nanti, itu semua program bisa berjalan. Nanti ke depan kita akan buatkan pakai HP (aplikasi) semua program yang akan dilaksanakan ada dalam sebuah program akan ada di situ," jelas Anies kepada warga.
Seluruh informasi pejabat publik yang bertanggung jawab atas permasalahan warga juga akan ditampilkan dalam aplikasi tersebut. Ini agar masyarakat bisa langsung menghubungi siapa petugas yang bertanggung jawab atas permasalahan mereka.
"Semua yang bertanggung jawab akan ada nama dan fotonya. Kalau ada masalah, Bapak tahu siapa yang harus dihubungi. Besok tidak ada lagi pejabat publik yang tidak diketahui wajahnya, semua harus diketahui wajahnya," jelas Anies lagi kepada warga.
(imk/imk)











































