"Kegiatan ini yang mengikuti umat muslim dari 70 ormas yang ada di Jatim yang tergabung dalam GUIB," ujar Ketua DPD Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jatim Fajar Kurniawan kepada wartawan, di Surabaya, Minggu (27/11/2016).
Foto: Tabligh Akbar di Surabaya/Foto: Imam Wahyudiyanta |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fajar menambahkan, bila aparat bertindak lebih tegas, maka umat muslim tidak perlu harus membuang energi untuk melakukan protes seperti melakukan tabligh akbar dan juga aksi damai. Semuanya akan selesai dan kembali normal bila Ahok dihukum. Dan polisi tak perlu melakukan penggembosan karena hanya akan memperkeruh suasana.
"Kenapa energi harus ditumpahkan. Dan tidak perlu pengamanan yang berlebihan yang menghabiskan miliaran rupiah bila hukum ditegakkan terhadap Ahok," kata Fajar.
Foto: Tabligh Akbar di Surabaya/Foto: Imam Wahyudiyanta |
"Oh enggak, kalau untuk itu, diserahkan pada masing-masing orang atau organisasi," tandas Fajar.
Tabligh akbar sendiri berlangsung tertib dan lancar. Massa menggunakan jalan untuk mengikuti kegiatan yang terpusat pada sebuah panggung kecil di pertigaan jalan.
Hadir dalam tabligh akbar tersebut adalah Ustaz Hariri, Ketua MUI Jatim Abdusshomad Buchori, Sekretaris MUI Mochammad Yunus, Ustaz Ibnu Ali, dan Ustaz Bachtiar Natsir. Selain berzikir, massa juga mendengarkan tausyiah dari para tokoh agama tersebut.
Dalam kesempatan sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan penyidik memutuskan untuk tidak menahan Ahok karena yang bersangkutan dinilai cukup kooperatif.
(iwd/fjp)












































Foto: Tabligh Akbar di Surabaya/Foto: Imam Wahyudiyanta
Foto: Tabligh Akbar di Surabaya/Foto: Imam Wahyudiyanta