Longsor dari tebing setinggi 25 meter di Desa Jatisaba, Cilongok, membuat akses jalan alternatif dari Purwokerto menuju Cilacap terputus. Puluhan warga saat ini berupa menyingkirkan material longsoran berupa batu dan lumpur.
"Perlu alat berat untuk menyingkirkan material ini, kalau pakai tenaga manusia, paling tidak butuh waktu tiga hari baru bisa dilalui," kata Kirun, warga setempat, Sabtu (26/11/2016).
|
Camat Cilongok, Rusmanto menyebut ada dua titik longsor yang terjadi dan mengakibatkan akses jalan terputus. "Kami mengimbau kepada warga untuk waspada, karena longsor susulan bisa terjadi, mengingat curah hujan masih cukup tinggi," ujarnya.
Sementara itu banjir di Banyumas terjadi di Desa Sawangan Wetan, Kecamatan Patikraja. Di wilayah ini ada sekitar 28 rumah yang terendam banjir dengan ketinggian mencapai 2 meter. Banjir terjadi karena luapan sungai Tenggulun.
"Di sini banjirnya itu sampai seleher orang dewasa," kata Eka, warga sekitar.
Setelah banjir surut di beberapa titik, warga dibantu anggota TNI membersihkan sisa lumpur di rumah dan jalan.
Foto: Arbi Anugrah-detikcomBanjir dan longsor di Banyuwas, Jawa Tengah, Sabtu (26/11/2016) |
Selain Desa Sawangan Wetan, sejumlah lokasi yang kebanjiran yakni Perum Diamond Desa Kalibagor. Sedangkan jalan ambles sepanjang 100 meter terjadi di Desa Pageraji.
Di Desa Kalitapen, Kecamatan Purwojati juga terjadi tanah longsor. Kemudian jalan yang menghubungkan Desa Candinegara ke Desa Pasiramankidul dan Tumiyang Kecamatan Pekuncen juga mengalami longsor hingga memutus akses jalan.
|












































Foto: Arbi Anugrah-detikcom
Foto: Arbi Anugrah-detikcom
Foto: Arbi Anugrah