"Kita tentu menginginkan negara kita tetap dalam kondisi persatuan dan kesatuan NKRI yang seutuhnya," ungkap Taufik di sela-sela kunjungan Muhibah di Lisbon, Portugal, Jumat (25/10/2016).
Taufik menyatakan demonstrasi memang diperbolehkan oleh negara sebagai bagian dari demokrasi. Meski begitu setiap aksi demo harus dijalankan sesuai aturan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para peserta aksi demo pun diminta Taufik untuk mengindahkan imbauan dari pihak keamanan. Termasuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang menyebut ada potensi makar pada aksi susulan demo 4 November di Jakarta itu.
"Semuanya bertujuan baik, tidak untuk membelenggu atau membredel hak warga. Tapi harus dalam koridor kondusif, tenteram, aman, dan damai," kata Taufik.
"Harapannya, setiap demo dan tidak hanya di Jakarta saja, untuk kerjasama yang baik. Silakan berdemonstrasi, secara tertib, prosedural, menaati undang-undang," sambung politisi PAN itu.
Mengenai informasi adanya potensi makar, Taufik meminta pihak kepolisian dan TNI untuk lebih mengetatkan keamanan. Deteksi dini harus disebutnya harus menjadi prioritas terutama dari pihak-pihak yang berusaha menunggangi aksi demo dengan kepentingan tertentu.
"Soal makar ada atau tidak itu tugas keamanan dan intelijen. Intelijen memberikan semacam proses yang terkait. Makar bukan hanya dari demo saja. Saat penyampaian izin itu lebih diperketat lagi terkait adanya informasi orang-orang yang tidak bertanggungjawab," ujar Taufik.
"Deteksi dini harus ada. Early warning system harus berjalan. Kami yakin Pak Kapolri dan Panglima TNI sudah memiliki," sambungnya.
Taufik pun yakin pihak keamanan akan mampu mengatasi berbagai kondisi yang ada. Itu sudah terbukti saat adanya kerusuhan pada Demo 4 November lalu.
"Kami berterimakasih kepada TNI dan Polri yang tentunya pasti akan memberi pengawalan untuk menjaga supaya tidak terjadi anarkisme," tutup Taufik.
(ear/dnu)











































