3 Jurus Ical Menghadang Novanto ke Kursi Ketua DPR

3 Jurus Ical Menghadang Novanto ke Kursi Ketua DPR

Rivki - detikNews
Sabtu, 26 Nov 2016 07:50 WIB
3 Jurus Ical Menghadang Novanto ke Kursi Ketua DPR
Aburizal Bakrie (Ical) / Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Partai Golkar menunjuk Setya Novanto untuk menjadi ketua DPR lagi. Tetapi langkah Novanto untuk kembali menjadi Ketua DPR yang kedua kalinya itu banyak tantangan. Salah satunya dari Ketua Dewan Pembina (Wanbin) Golkar Aburizal Bakrie.

Pria yang biasa disapa Ical itu mengatakan, seharusnya penetapan tersebut melibatkan Wanbin. Berikut tiga hadangan Ical untuk mengganjal Novanto jadi Ketum DPR lagi yang dirangkum detikcom, Sabtu (25/11/2016).

Ical Minta Keputusan Novanto Jadi Ketua DPR Lagi Dibahas Bersama Wanbin

Aburizal Bakrie/ Foto: Rengga Sancaya
DPP Golkar menunjuk ketua umumnya, Setya Novanto, untuk kembali menduduki bangku Ketua DPR. Namun Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie menegaskan, seharusnya penetapan itu melibatkan pihaknya.

"Kami tadi dengan dewan pembina berpendapat bahwa, sekarang perlu melakukan pembahasan bersama-sama dengan DPP mengenai beberapa hal. Yang pertama adalah mengenai pemberhentian saudara Fadel oleh DPP sebagai sekretaris dewan pembina. Yang kedua, adalah pergantian ketua DPR. Masalah ini perlu dibicarakan dan diputuskan bersama-sama," ujar Ical seusai rapat Dewan Pembina di Bakrie Tower, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (25/11/2016).

Ical menegaskan bahwa pembahasan bersama tersebut sudah terdapat dalam AD/ART partai. Dia akan bertemu dengan DPP untuk membahas hal ini.

"Tadi Dewan Pembina menugaskan kepada Ketua Dewan Pembina untuk melakukan pembicaraan dengan DPP dan secara bersama-sama menetapkan kebijakan strategis itu sesuai pasal 21 ayat 1 dan 2," jelasnya.

Ical Minta Novanto Jangan Rangkap Jabatan

Aburizal Bakrie/ Foto: Agung Pambudhy
Keputusan Golkar untuk menjadikan Setya Novanto kembali menjadi ketua DPR dikritik. Ketua Dewan Pembina (Wanbin) Partai Golar Aburizal Bakrie mengimbau agar tidak ada rangkap jabatan guna menghindari konflik kepentingan.

"Saya katakan barangkali dua jabatan strategis ini yang memerlukan waktu yang begitu besar dari pejabatnya sebaiknya tidak dirangkap," ujar Ical di Bakrie Tower, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (25/11/2016).

Ical menegaskan bahwa dirinya belum mengetahui urgensi dari penetapan Setya Novanto itu. Ical selaku Ketua Dewan Pembina akan segera bertemu dengan DPP Partai Golkar. Pertemuan tersebut ditujukan untuk membahas secara bersama-sama mengenai penetapan kembali Setya Novanto menjadi Ketua DPR.

"Apa yang mendesak dari pergantian itu, tanyakan sendiri sama mereka. Saya sendiri, kita harus menetapkan bersama-sama dan tidak bisa menjawab kenapa harus diganti," jelasnya.

Ical: Bisa Rugi Bila Ketum Golkar Dahulukan DPR

Aburizal Bakrie/ Foto: Grandyos Zafna
Ketua Dewan Pembina Partai, Aburizal Bakrie merasa partai akan dirugikan bila terjadi rangkap jabatan.

"Kalau misalnya ketua partai Golkar mendahulukan DPR maka partai akan dirugikan. Mengapa? Karena tidak cukup nanti (waktunya). Demikian kalau ke Golkar bagaimana nanti ke DPR-nya," ujar pria yang akrab disapa Ical di Bakrie Tower, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (25/11/2016).

Ical menuturkan Setya Novanto belum bertemu dengannya untuk membahas hal tersebut. Dewan Pembina Partai, menurut Ical, sedang mengadakan rapat untuk memberikan sikap resmi mereka.

"Pada hari ini kita belum mengambil sikap apa-apa terhadap Pak Setya Novanto itu. Karena belum ketemu dan dijelaskan maksudnya apa," ujar Ical.
Halaman 2 dari 4
(rvk/dnu)


Berita Terkait