Acara yang dikemas dalam Istighosah Kubro 'Merajut Kebersamaan dalam Kebhinnekaan' itu digelar di HA Djunaid Convention Center , Buaran, Kota Pekalongan. Diikuti umat anggota TNI-Polri, santri, anggota ormas, dan forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda).
Dalam sambutannya, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Condro Kirono, mengimbau warga tidak perlu ramai-ramai datang ke Jakarta terkait adanya rencana aksi 2 Desember.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Condro Kirono, untuk menyampaikan pendapat di muka umum memang tidak ada larangannya. "Boleh, namun tidak mutlak. Kita harus menghargai hak-hak orang lain. Jangan mengganggu jalan, kamtibmas dan tidak melanggar aturan umum," tegasnya.
Ulama Pekalongan, Habib M Lutfi bin Ali Yahya, mengatakan, tidak akan bicara soal Jakarta. Menurut dia, saat ini yang lebih penting, bagaimana menjalin keutuhan bangsa dan negara.
"Kita malu kepada para pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan, bila selalu saja seperti ini," kata Habib Lutfi
Saat ini, kata Habib Lutfi, yang perlu dilakukan, adalah saling menasihati, memberikan masukan, bukan saling mencerca.
"Saya pernah mendengar dari ulama sebelumnya, kelak akan masuk ke jaman, di mana jaman fitnah," kata Habib Lutfi.
Sebelum istighosah, peserta menyatakan ikrar kesetiaan terhadap NKRI serta ikrar bela negara. Diharapkan, negara aman, tentram, damai, masyarakatnya hidup rukun, dan tidak mudah dipecah belah.
(rvk/rvk)











































