Atas Permintaan RI, Pasukan Malaysia Segera Tinggalkan Aceh
Rabu, 06 Apr 2005 09:15 WIB
Jakarta - Pasukan Malaysia yang ditempatkan di Aceh untuk misi kemanusiaan, akan ditarik pulang secepat mungkin sejalan dengan permintaan pemerintah Indonesia. Demikian disampaikan Deputi Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Najib Tun Razak.Dikatakannya, pemerintah RI telah meminta Malaysia untuk mulai mengambil langkah-langkah guna penarikan mundur pasukan. Diimbuhkannya, bahwa jumlah personel Malaysia kini sudah mulai dikurangi."Sebentar lagi, semua (pasukan) akan pulang. Ini mengubah rencana kami karena kami tadinya merencanakan untuk membangun kompleks anak yatim dan fasilitas-fasilitas lainnya di Jhanto dan Lhong di Aceh yang akan dibangun oleh tim teknisi Angkatan Darat kami," ujar Najib kepada wartawan Malaysia, seperti diberitakan kantor berita resmi Malaysia, Bernama, Rabu (6/4/2005).Diutarakan Najib yang juga menjabat Menteri Pertahanan Malaysia itu, proyek-proyek pembangunan tersebut kini akan ditawarkan kepada perusahaan swasta. Saat ini ada sekitar 150 personel Angkatan Darat Malaysia di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Menurut Najib, pemerintah Malaysia telah mengalokasikan dana sebesar 3,5 juta Ringgit untuk proyek-proyek di Aceh yang porak-poranda akibat bencana gempa dan tsunami pada 26 Desember lalu.
(ita/)











































