Anggota satpol PP itu rutin mendapatkan kursus bahasa Inggris gratis dari salah satu staf Humas Pemkab, Nety Reisyana Kusuma Dewi. Kegiatan belajar mengajar yang sudah berjalan sejak 2 minggu itu dilakukan saat jam istirahat.
"Banyak wisatawan asing yang berkunjung ke Banyuwangi kan kadang ke kantor pemda untuk cari informasi. Mereka ini kesulitan berkomunikasi karena kendala bahasa," kata Nety saat ditemui detikcom, Jumat (25/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi untuk menjawab pertanyaan umum turis saja, seperti arah tempat wisata, hotel terdekat serta menjelaskan fungsi kantor pemda," ujar Nety.
Nety menambahkan, dari kursus tersebut diketahui hal-hal yang sebelumnya tidak mereka ketahui. Salah satu contohnya VVIP.
"Mereka itu pernah saya tanya, kalian tahu apa artinya VVIP? Mereka tidak tahu. Begitu tahu singkatan VVIP itu very very important person yang artinya orang yang sangat-sangat penting, mereka ketawa bareng," sambung perempuan lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) itu.
Foto: Satpol PP Les Bahasa Inggris (Kartika S Tarigan/detikcom) |
Setiap hari Nety membuka kelas selama satu jam dan diikuti 5 orang anggota yang tengah bertugas. Selain itu, Nety juga membuka kelas di rumahnya untuk anak-anak kecil.
"Awalnya mau ngajar anakku, tapi supaya semangat saya ajak 14 orang temannya ikut belajar bersama," katanya.
Nety tidak mengharapkan apapun dari apa yang dia lakukan itu. Dia senang bisa membantu Satpol PP tersebut.
"Bagi saya bisa melihat mereka berbahasa Inggris dan bisa jadi partner bicaraku saja itu sudah menyenangkan," ungkap Nety.
Seorang anggota satpol PP, Noerman Yunianto, mengaku sudah ada kemajuan semenjak dirinya menerima kursus itu. Dia sudah 3 kali ikut les tersebut.
"Di sini yang sering datang bule. Kendalanya bahasa. Biasanya kalau tidak mengerti kita minta tolong protokol dan humas yang bisa mengerti," ujar Noerman. (kst/nwy)












































Foto: Satpol PP Les Bahasa Inggris (Kartika S Tarigan/detikcom)