Saat itu Sandiaga tengah bersilaturrahmi dengan ibu-ibu majelis taklim Azzahra di Jalan Pelopor, RT 04 RW 15 Kelurahan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (25/11/2016). Usai menyampaikan visi dan misinya, seorang ibu kemudian bertanya soal sertifikasi guru kepadanya.
"Pak saya mau tanya, kemarin saya diberi tau salah satu tim calon gubernur lainnya, katanya, jangan pilih Pak Anies katanya Pak Anies mau menghapus sertifikasi, itu gimana Pak, betul enggak," tanya seoran ibu ke Sandiaga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ibu, kalau ada yang mengatakan seperti itu, kami saya bersama Pak Anies komit kita akan memuliakan para guru, di hari guru nasional ini, jadi tidak benar. Jadi jangan pernah kita memperolok atau kita menjatuh-jatuhkan yang lain. Janganlah pernah mencela, biarkan saja orang mau mencela," jawab Sandiaga ke ibu tersebut.
Sandiaga menolak berkomentar banyak soal isu miring tersebut. Dia berjanji akan membuktikan isu miring tersebut dengan program yang mensejahterakan para guru.
"Saya enggak mau memperpanjang, intinya kita jangan komentar tentang yang lain. Jangan jawab menjawab di media, tadi saya tenangkan ke ibu yang bertanya dan saya berikan saya faktanya," katanya kepada wartawan usai acara.
"Kalau itu sih sudah jelas, kami memastikan tidak akan ada keresahan di antara guru. Kita komit mementingkan kesejahteraan guru, hari ini kita luncurkan program kita untuk meningkatkan kesejahteraan guru dan kualitas guru," jelasnya.
Sebelumnya, calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berjanji akan meringankan beban para guru. Keringanan itu salah satunya meningkatkan pendapatan, serta mengurangi pengeluaran.
"Karena tujuannya sama, peningkatan pendapatan. Kalau pengeluarannya tetap meningkat, enggak ada tabungan juga. Tapi kalau pengeluaran dikurangin, kita nanti akan membuat program di mana guru-guru mendapat perlakuan khusus. Sehingga mereka dalam banyak urusan justru biaya hidupnya jauh lebih murah," kata Anies usai menyapa warga di RW 02 Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Kamis (24/11/2016). (imk/imk)










































