"Pilkada ini tolong mari kita semua termasuk Muslimat NU, kita mungkin beda pilihan tapi pilkada (harus) berlangsung secara demokratis. Jangan menghalalkan segala cara, kemudian tolong agar betul-betul kita dewasa dalam berdemokrasi," ujar Tito dalam sambutannya dalam Kongres XVII Muslimat NU di Gedung Serba Guna Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (25/11/2016).
Tito menegaskan keamanan dan ketertiban masyarakat harus tetap terjaga di tengah naiknya tensi politik pada pilkada. Pilkada yang berjalan aman menurutnya membuktikan kedewasaan masyarakat dalam berdemokrasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu butuh peran semua pihak utamanya masyarakat guna menjaga kedamaian dalam pilkda. Muslimat NU sambung Tito juga dapat berkontribusi untuk tetap merawat kebhinnekaan di tengah masyarakat.
"Ibu-ibu Muslimat NU seluruh Indonesia, tolong sampaikan pemahaman-pemahaman ini kepada yang lain, di samping kita perlu waspada terhadap potensi perpecahan. Muslimat NU ini menjadi salah satu pemersatu bangsa ini," imbuh Tito.
Polri ditegaskan Tito juga siap bersinergi dengan Muslimat NU dalam pelaksanaan program-program yang dikhususkan untuk memperkuat NKRI. "Jadi bersama-sama Muslimat NU, kegiatan-kegiatan untuk merajut kebhinekaan dan persatuan kita siap untuk bersinergi," ujar Tito disambut gemuruh tepuk tangan.
(fdn/fjp)











































