DetikNews
Jumat 25 November 2016, 16:55 WIB

Ulama Upayakan Pakai Media Sosial sebagai Medium Dakwah

Jabbar Ramdhani - detikNews
Ulama Upayakan Pakai Media Sosial sebagai Medium Dakwah Foto: Jabbar Ramdhani/detikcom
Jakarta - Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi MUI Masduki Baidlowi mengatakan paradigma berdakwah terjadi pergeseran nilai. Menurutnya pendakwah sudah mulai mengatur strategi berdakwah melalui media sosial (medsos).

"Paradigma berdakwah sudah mengalami nilai pergeseran. Antara dakwah cetak dengan oral itu sudah saatnya kita pindah mengatur strategi dakwah lewat media digital. Itu hal yang sangat penting harus kita bicarakan," kata Masduki di Aula Gedung MUI Pusat, Jl. Proklamasi nomor 51, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (25/11/2016).

Hal itu disampaikan Masduki dalam sebuah sesi diskusi bertemakan 'Pengaruh Media Sosial dalam Dakwah Islam'. Masduki yang juga menjabat sebagai pengurus harian MUI menuturkan saat ini konstelasi sudah berubah. Masyarakat mulai pasif memanfaatkan media umum (mainstream) sebagai sumber utama informasi.

"Media mainstream sudah bukan jadi pemegang utama. Sekarang konstelasinya berubah. Media digital atau digital native itu sekarang sudah kuasai 65 persen. Dibanding generasi digital migration, yaitu generasi yang biasa baca koran jadi baca digital," ujar Masduki yang pernah menjadi wartawan sebuah majalah bulanan itu.

Ketika menjadi wartawan di tengah dekade 1980, Masduki merasakan media mainstream menjadi penguasa informasi yang juga sekaligus penguasaan kepentingan politik. Namun, kenyataannya, saat ini media sosial yang sudah menguasai.

Atas kondisi ini, Masduki juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menerima secara langsung segala informasi yang tersebar di media sosial.

"Itulah yang menguasai medsos. Kalau dari data di situ, Jakarta ternyata adalah tempat orang bergunjing atau tukar menukar informasi terbesar di dunia. Luar biasa. Artinya perang pikiran, strategi politik sudah pindah ke digital," ujar Masduki.

"Maka hati-hati baca berita. Mana berita palsu, mana berita yang dibikin-bikin. Dan mana informasi yang benar. Ini sebuah perkembangan luar biasa," imbuhnya.

Ia mengatakan dakwah melalui media sosial adalah jalan yang murah dan strategis menjadi medium penyampaian dakwah.

"Alhamdulillah, medsos bisa dibiayai jalan murah. Ini jalan Tuhan. Terlepas dari di dalamnya ada sampah, porno yang harus kita pilah. Ini jadi alat untuk kita bicara strategis dan taktis," ujarnya.


(jbr/dhn)
mui
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed