Kebiasaan masyarakat yang membuang sampah di pinggir sungai berangsur berkurang. Anak-anak yang terkadang buang air hingga mandi di sungai pun tidak lagi terlihat. Tempat tinggal mereka kini sering dipakai masyarakat yang melintas sebagai latar untuk berfoto.
Foto: Kampung Berwarna di Banyuwangi (Kartika S Tarigan/detikcom) |
Seperti saat detikcom menyambangi sungai itu, Jumat (25/11/2016). Pinggiran sungai itu tampak bersih dari sampah. Beberapa orang yang kebetulan melintas juga menyempatkan diri untuk berfoto di jembatan dengan latar rumah bercat warna-warni cerah itu.
"Saya mau berfoto saja soalnya ini kan baru ada di sini. Saya mau upload ke medsos. Cuacanya juga lagi cerah. Berfoto di sini terlihta tidak seperti lagi berada di Banyuwangi," kata seorang warga yang tengah mengambil foto temannya, Windi.
Foto: Kampung Berwarna di Banyuwangi (Kartika S Tarigan/detikcom) |
Windi dan temannya bergantian mengambil foto dengan latar belakang Kampung Berwarna tersebut. Beberapa anak kecil juga tampak bermain-main dan berfoto di sungai yang memiliki sejarah bagi Banyuwangi itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi MY Bramuda mengatakan, ide dibuatnya Kampung Berwarna itu diharapkan membawa perubahan positif bagi wilayah tersebut.
"Kampung Berwarna bukan hanya didesign untuk keindahan semata namun pemerintah daerah memiliki strategi bagaimana mengubah mindset warga sekitar," kata Bramuda kepada detikcom.
Foto: Kampung Berwarna di Banyuwangi (Kartika S Tarigan/detikcom) |
Bramuda mengatakan, adanya Kampung Berwarna itu mendorong masyarakat selalu hidup bersih. Bahkan kini tidak ada lagi masyarakat yang buang air besar di sungai.
"Kan banyak yang selfie di situ. Otomatis masyarakat malu untuk buang air besar," ucapnya.
(kst/nwy)












































Foto: Kampung Berwarna di Banyuwangi (Kartika S Tarigan/detikcom)
Foto: Kampung Berwarna di Banyuwangi (Kartika S Tarigan/detikcom)
Foto: Kampung Berwarna di Banyuwangi (Kartika S Tarigan/detikcom)