Rapat dimulai pukul 15.00 WIB, di Bakrie Tower, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (25/11/2016). Selain Ical, ada pula Wakil Ketua Dewan Kehormatan Golkar Akbar Tanjung tampak sudah hadir untuk mengikuti rapat tersebut.
"Kami tadi makan siang berdua (dengan Akbar Tanjung). Kemudian rapat dengan pak Fuad. Membahas berbagai masalah. Ya masalah negara lah dan partai. Kita harapkan Indonesia makin aman, makin damai. Kita harapkan makin baik ke depan. Baik masalah politiknya dan ekonominya. Itu berbicara dengan partai Golkar," ujar Ical .
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dewan pembina belum mengambil satu sikap karena belum ketemu dengan DPP. Pada hari ini kita belum mengambil sikap apa-apa terhadap pak Setya Novanto itu. Karena belum ketemu dan dijelaskan maksudnya apa," ujarnya.
Namun Ical mengaskan bahwa posisi yang akan dipegang Setya Novanto sangat strategis yang sangat penting untuk dibahas. Karena hal tersebut akan menentukan kondisi partai Golkar ke depan.
"Namun demikian tentu dua intitusi yang satu adalah DPR dan ketum Golkar adalah jabatan yang memerlukan perhatian penuh. Kalau misalnya ketum partai Golkar mendahulukan DPR maka partai akan dirugikan. Mengapa, karena tidak cukup nanti. Demikian kalau ke Golkar bagaimana nanti ke DPRnya. Nanti akan kita rapatkan jam 15.00 WIB," tutupnya.
(fdu/imk)










































