Pengunjuk rasa terus berdatangan ke depan kantor Kedubes Myanmar, Jl Haji Agus Salim, Menteng, Jakarta sekitar pukul 13.00 WIB, Jumat (25/11/2016). Pada pukul 13.41 WIB, akses jalan depan kantor kedubes ditutup karena bertambahnya jumlah massa.
Aksi ini diikuti sejumlah elemen mulai dari mahasiswa dan ormas di antaranya Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi), Baitul Maal Hidayatullah (BMH), Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia dan Rumah Zakat Indonesia. Mereka membawa spanduk bertuliskan tuntutan agar kekerasan terhadap etnis Rohingya dihentikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Galang Aji Putro/detikcomAksi solidaritas atas kekerasan terhadap etnis Rohingya di depan kantor Kedubes Myanmar di Jakarta, Jumat (25/11/2016) |
"Kami menuntut pemerintah RI menjadi inisiator perundingan untuk menyelesaikan masalah genosida di Rohingnya," kata salah satu peserta aksi, Julkifli L. Ali (27) dalam orasinya.
Saat ini penjagaan di depan kantor Kedubes Myanmar diperketat. Sekitar 200 personel polisi berjaga di depan pintu gerbang. Kawat berduri juga dipasang. (aik/fdn)












































Foto: Galang Aji Putro/detikcom