Pasukan Oranye Dianggap Korban, Plt Gubernur DKI: Mereka Tetap Diskors!

Pasukan Oranye Dianggap Korban, Plt Gubernur DKI: Mereka Tetap Diskors!

Haris Fadhil - detikNews
Jumat, 25 Nov 2016 13:37 WIB
Pasukan Oranye Dianggap Korban, Plt Gubernur DKI: Mereka Tetap Diskors!
Foto: Bagus Prihantoro Nugroho/detikcom
Jakarta - Sebanyak 63 orang pekerja harian lepas (PHL) Unit Pelaksana Kerja Badan Air Dinas Kebersihan alias pasukan oranye yang diskors karena ikut kampanye dianggap cuma korban. Meski begitu, Plt Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono berpegang teguh pada keputusannya.

"Tetap skorsing, karena ikut kampanye pasangan calon. Yang penting tetap netral. Kan dia kampanye untuk pasangan calon Agus-Silvy toh," kata Sumarsono di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (25/11/2016).

Baca Juga: Pasukan Oranye Diskors, Djarot: Mereka Hanya Korban

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dirinya juga tidak menghiraukan tanggapan dari wakil gubernur DKI Jakarta non aktif, Djarot Saiful Hidayat yang menyatakan 63 orang tersebut hanyalah korban. "Ya tidak apa-apa, tetap skors sampai akhir kontrak. Itu adalah penegakan aturan," tegas Sumarsono.

Selain Djarot, Sylviana Murni juga mengomentari skorsing terhadap 63 pasukan oranye itu. Namun, pria yang akrab disapa Soni ini juga tidak mengubah keputusannya.

"Kalau kemanusiaan saya sudah minta maaf, tapi kalau peraturan tetap kita tegakkan. Kira-kira gitulah. Supaya orang juga posisinya jelas, karena dia masih pake rambu-rambu pemerintah provinsi," imbuhnya.

Baca Juga: Plt Gubernur DKI Skors Pasukan Oranye, Sylviana: Di Mana Hatimu?

Dirinya juga menegaskan bahwa hal tersebut dilakukan bukan sebagai bentuk pelarangan untuk mengikuti kegiatan politik.

"Kalau dia mau ikut kampanye ya jangan jadi pegawai Pemprov. Keluar jadi pegawai biasa baru ikut kampanye," pungkasnya. (imk/imk)


Berita Terkait