Survei Indikator: Meski Elektabilitas Turun, 50% Sampel Warga DKI Maafkan Ahok

Survei Indikator: Meski Elektabilitas Turun, 50% Sampel Warga DKI Maafkan Ahok

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Jumat, 25 Nov 2016 11:21 WIB
Survei Indikator: Meski Elektabilitas Turun, 50% Sampel Warga DKI Maafkan Ahok
Foto: Grafik survei Indikator Politik Indonesia
Jakarta - Indikator Politik Indonesia merilis survei yang menunjukkan elektabilitas calon Gubernur DKI yang juga petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengalami penurunan signifikan. Rupanya penurunan itu bukan semata-mata karena kasus yang kini dihadapi Ahok, karena sebagian besar responden memaafkannya.

Lembaga survei yang dipimpin Burhanuddin Muhtadi itu juga menanyakan tentang kasus Ahok kepada 798 responden yang tersebar di seluruh Jakarta. Survei dilakukan pada tanggal 15-22 November 2016. Survei ini menggunakan metode multistage random sampling. Margin of error dari survei ini yakni 3,6 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Menurut temuan survei Indikator yang dikutip detikcom, Jumat (25/11/2016) sebanyak 81,1 persen responden tahu bahwa Ahok sudah minta maaf atas pernyataan kontroversialnya tentang Al-Maidah:51. Sebanyak 50 persen responden menilai permintaan maaf Ahok tulus sehingga harus dimaafkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, yang menilai permintaan maaf Ahok tidak tulus ada 33 persen. Sebanyak 17 persen sisanya tidak tahu atau tidak menjawab.

Sebanyak 96,4 persen responden tahu bahwa demo 4 November lalu memprotes pernyataan Ahok. Tetapi 94,4 persen responden tidak ikut berdemo saat itu.

Sebanyak 54,9 persen menilai demo berlangsung damai, namun ada 38 persen kecewa karena demo berakhir rusuh. 45 persen responden meyakini demo tersebut murni aspirasi umat Islam, sementara itu ada 35 persen yang menilai ada susupan politis.

"Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni unggul dengan dukungan 30,4 persen, kemudian Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat 26,2 persen, dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno 24,5 persen. Yang belum tahu 18,9 persen. Sehingga, kalau pemilihan dilakukan sekarang, bisa dipastikan tidak ada yang meraih 50 persen suara hingga harus putaran kedua," kata Burhanuddin saat merilis hasil survei di kantornya, Cikini, Jakarta Pusat, kemarin (24/11). (bag/fjp)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini