KPK Tak Persulit PNS Pengadilan Pemilik 19 Mobil Bertemu Anaknya

KPK Tak Persulit PNS Pengadilan Pemilik 19 Mobil Bertemu Anaknya

Jabbar Ramdhani - detikNews
Jumat, 25 Nov 2016 10:45 WIB
Rohadi (ari/detikcom)
Jakarta - Rohadi, yang mendekam di dalam ruang tahanan KPK, melaporkan kehilangan anak terakhirnya ke Polda Metro Jaya. Rohadi mengaku sudah lama tidak bisa bertemu dengan anak terakhirnya, Reyhan Satria Anggara, yang mengalami keterbelakangan mental. KPK menepis bila hal itu disebabkan oleh pihaknya.

"Enggak ada itu dipersulit," kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (25/11/2016).

Rohadi tak merinci kapan laporan tersebut tersebut dilakukan. Ia menyebut kuasa hukumnya yang bernama Farida-lah yang melaporkan kehilangan tersebut. Rohadi mengatakan tak tahu keberadaan anaknya di mana. Ia terakhir bertemu dengan anaknya adalah anak ketiganya yang bernama Reyhan saat sidang praperadilan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah, sudah (lapor), ke polisi. Saya mohon anak-anak saya kembali. Saya setiap malam berdoa untuk anak-anak saya, untuk cucu saya. Bayangkan, saya sudah teraniaya banget," ucap Rohadi.

Setahu Rohadi, anak-anaknya berada di bawah pengawasan mantan istrinya. Namun dia tidak tahu di mana keberadaan mereka.

"Tolonglah, buat apa ngumpet selamanya," harap Rohadi.

Sebagaimana diketahui, Rohadi dituntut 10 tahun penjara dan denda sebesar Rp 500 juta subsider 5 bulan kurungan. Ia diyakini menerima total Rp 300 juta dari kakak Saipul Jamil, Samsul Hidayatullah. Uang tersebut diberikan melalui perantara pengacara Berthanatalia Ruruk Kariman.

Rohadi memulai karier sebagai sipir penjara. Awalnya ia hanya tinggal di rumah petak, tapi kini memiliki 19 mobil, dua unit rumah mewah, hingga proyek real estate. (asp/dnu)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads