Ahok Targetkan Jaringan Internet 4,5G di Jakarta pada 2018

Dinamika Pilgub DKI

Ahok Targetkan Jaringan Internet 4,5G di Jakarta pada 2018

Niken Purnamasari - detikNews
Jumat, 25 Nov 2016 10:02 WIB
Ahok Targetkan Jaringan Internet 4,5G di Jakarta pada 2018
Foto: Niken Purnamasari/detikcom
Jakarta - Seperti hari-hari sebelumnya di Rumah Lembang, calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali memberikan pemaparan. Kali ini, ia menjelaskan strategi yang digunakan untuk menjalani visi, misi, serta program yang diusung dalam pilgub DKI 2017.

Strategi yang diulas Ahok adalah soal pemanfaatan teknologi untuk seluruh aspek pelaksanaan program, mulai pendidikan, kesehatan, transportasi, infrastruktur, hingga kesejahteraan warga. Menurutnya, pemanfaatan teknologi akan mempermudah dirinya dalam menjalankan program serta memenuhi prinsip transparansi dan keterbukaan data.

Teknologi yang dijelaskan oleh Ahok adalah Smart City, yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengawasi setiap pekerjaan serta menindaklanjuti keluhan dari warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah visi, misi, program, kita punya strategi data yang terbuka. Data kami bisa dipakai dengan aplikasi. Untuk menjalankan strategi punya kebijakan lewat Smart City. Kami ada 6.000 CCTV yang mendeteksi muka orang. Keamanan juga menggunakan CCTV, bagaimana mengontrol belasan ribu orang kerja di kebersihan, tata air, kami gunakan teknologi," ulas Ahok di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (25/11/2016).

Selain itu, Ahok berjanji pada 2018 mendatang DKI Jakarta telah memiliki jaringan 4,5G yang memudahkan masyarakat dalam mengakses internet serta kerja Pemerintah Provinsi DKI.

"Kalau di luar gedung, (internet) kita 11-12 sama Singapura. Kita punya persoalan di dalam gedung enggak bisa nyediain fasilitas fiber optik. Kami perkirakan 2018 waktu Asian Games, semua gedung di Jakarta termasuk jalan enggak hanya 4G, tapi juga 4,5G," kata cagub nomor urut 2 itu.

"Kami gunakan teknologi online. Perjanjian dibuat online. Model ini kita lakukan supaya kehidupan kita jadi nyaman. Teknologi bisa dibeli, yang susah kalau Bapak-Ibu enggak mau berpartisipasi," tandasnya (nkn/imk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads