Foto: Andhika Prasetia/detikcom |
Pantauan detikcom, Jumat (25/11/2016) sekitar pukul 07.35 WIB, sejumlah petugas keamanan tampak melakukan pemeriksaan kartu identitas, baik di pintu masuk untuk kendaraan roda empat, kendaraan roda dua, maupun untuk pejalan kaki.
Foto: Andhika Prasetia/detikcomPengamanan diperketat mulai pintu masuk utama. |
Dua unit kendaraan yang berisi kawat berduri juga disiagakan untuk pengamanan. Ratusan personel pasukan pamdal tampak melakukan apel pagi seperti biasanya.
Foto: Andhika Prasetia/detikcomSCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT |
Foto: Andhika Prasetia/detikcomPamdal DPR tampak mengikuti apel pagi. |
Sedangkan sejumlah personel kepolisian mulai memasuki kompleks parlemen menggunakan motor bebek, tampak mereka membawa tongkat pentungan. Namun, jumlah kendaraan bermotor maupun pejalan kaki belum tampak ramai yang memasuki lokasi ini.
Foto: Andhika Prasetia/detikcomPolisi bergelombang memasuki gedung parlemen. |
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Awi Setiyono, sebelumnya menegaskan kepolisian belum menerima pemberitahuan hingga pagi hari ini. Awi kemudian memaparkan 15 rencana kegiatan yang akan digelar di Jakarta Raya. Di antara 15 kegiatan itu, tak ada rencana kegiatan unjuk rasa di depan Gedung Parlemen. Meski begitu, personel kepolisian tetap dikerahkan untuk berjaga-jaga.
Foto: Andhika Prasetia/detikcom |
Hal senada disampaikan Sekjen DPR Winatuningtyastiti. "Saya belum tahu, karena belum terima surat izinnya sampai hari ini," kata Winatuningtyastiti. Sebagai antisipasi pengamanan, sebanyak 1.288 personel gabungan TNI dan Polri disiagakan. Rincian personel keamanan terpampang di Pos Pengamanan Objek Vital Gedung MPR/DPR. (aan/dnu)











































Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Foto: Andhika Prasetia/detikcom