DetikNews
Jumat 25 November 2016, 02:30 WIB

Laporan Dari Lisbon

Diskusi dengan DPR, Portugal Jajaki Peningkatan Kerja Sama Perdagangan

Elza Astari Retaduari - detikNews
Diskusi dengan DPR, Portugal Jajaki Peningkatan Kerja Sama Perdagangan Suasana pertemuan delegasi DPR RI dengan pihak pemerintah Portugal (Foto: Elza Astari/detikcom)
Lisbon - Portugal menjajaki peningkatan kerja sama dengan Indonesia dalam bidang perdagangan. Hal ini terlontar dalam diskusi antara delegasi DPR dan Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Keuangan Portugal (DGTF).

Delegasi Dewan yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan melakukan kunjungan kerja ke Portugal. Dalam rangkaian acara, delegasi DPR diterima oleh DGTF yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan Portugal.

"Kami memandang sangat penting hubungan ekonomi global, dalam hal ini hubungan bilateral antara Indonesia dan Portugal," ungkap Taufik di Kantor DGTF, Lisbon, Portugal, Selasa (22/11/2016).

Delegasi DPR diterima oleh Dirjen Perbendaharaan dan Keuangan Portugal Elsa Roncon Santos beserta jajarannya. Taufik menyatakan kedatangan perwakilan Dewan adalah atas undangan parlemen Portugal kepada DPR RI.

"Minggu lalu Dubes Portugal sudah menyampaikan undangan itu langsung ke DPR. Portugal menjadi negara yang menarik sehingga kami memutuskan datang berkunjung. Karena adanya kedekatan emosional Portugal dengan Indonesia, terutama bagian Indonesia timur," ujarnya.

"Waktu dulu kami, Indonesia, mengirimkan rempah-rempah ke Portugal, dan itu kami harapkan bisa menjadi ikatan tali persaudaraan. Di Indonesia timur, seperti NTT, sebagian orang masih bisa berbahasa Portugis," imbuh Taufik.

Kedekatan Portugal dengan Indonesia juga terlihat dari banyaknya warga negara Portugal yang datang ke Indonesia untuk berlibur. Menurut Taufik, setidaknya ada 21 ribu warga negara Portugal yang berwisata ke Indonesia setiap tahunnya.

"Kami harap kunjungan ini bisa meningkatkan hubungan bilateral, dalam hal ini kerja sama ekonomi, di mana Portugal merupakan negara yang potensial sebagai pintu masuk bagi wilayah Eropa, termasuk kawasan Afrika," ucapnya.

"Sementara Indonesia juga bisa menjadi pintu masuk yang penting bagi Portugal di kawasan Asia Pasifik. Tahun 2013, neraca perdagangan Indonesia-Portugal mencapai USD 187 juta, surplus di Indonesia mencapai USD 98 juta," sambung Taufik, yang juga menyebut neraca perdagangan terus meningkat pada 2014.

Melihat kondisi tersebut, Taufik berharap hubungan ekonomi Indonesia dengan Portugal makin meningkat. DPR pun akan melaporkan hasil kunjungan ke Portugal kepada Kementerian Keuangan dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

"Sungguhpun kita mengetahui ekonomi global saat ini belum bersahabat, tapi paling tidak dengan hubungan bilateral yang semakin menghangat kita bisa sama-sama menguntungkan kedua belah pihak," papar Taufik.

Dalam diskusi hangat itu, dia juga menyampaikan bahwa dalam menghadapi kelesuan ekonomi global, Indonesia menyiasatinya dengan pemberlakuan tax amnesty atau pengampunan pajak. Dengan demikian, penerimaan negara pun akan meningkat.

"Kami harap Presiden Portugal mau bergantian datang ke Indonesia setelah Presiden SBY, presiden kami sebelum Presiden Joko Widodo, datang ke Portugal tahun 2014. Kami mengundang Presiden Portugal untuk datang ke Indonesia," terang politisi PAN itu.

"Dan kami mengucapkan selamat kepada mantan PM Portugal Antonio Guterres yang terpilih sebagai Sekjen PBB yang baru," tambah Taufik.

Dirjen Perbendaharaan dan Keuangan Portugal menyambut baik kedatangan delegasi DPR. Diskusi antarperwakilan negara ini terjalin dengan baik, apalagi salah satu tugas institusi Portugal tersebut juga menangani soal perpajakan di negaranya.

"Perlu diketahui, saat ini di Portugal tengah berlangsung debat soal RAPBN 2017, tentu kami dari Ditjen Perbendaharaan dan Keuangan sangat terbuka untuk kerja sama, terutama dalam peningkatan kerja sama perdagangan Indonesia-Portugal karena salah satu misi kami adalah mendorong internasionalisasi perusahaan-perusahaan Portugal," beber Elsa.

Selain dengan perwakilan Kementerian Keuangan, delegasi DPR rencananya akan diterima oleh pihak Parlemen Portugal. Taufik dan rombongan akan melakukan courtesy call dengan Wakil Presiden Parlemen Portugal Hon Dr Jorge Lacao. Selain itu, delegasi DPR akan melakukan pertemuan dengan Kaukus Persahabatan Parlemen Portugal-Indonesia atau Parlamenter de Amizade Portugal.

Selain Taufik, rombongan delegasi DPR lainnya yang ikut dalam kunjungan kerja ini adalah Wakil Ketua Banggar Ahmad Riski Sadig. Lalu beberapa anggota Banggar, yakni Primus Yustisio, Amran, dan Cucun Ahmad Syamsurijal.

Kemudian juga ada perwakilan dari Komisi I DPR, yaitu Jazuli Juwaini dan Arwani Thomafi. Anggota delegasi lainnya ada dari perwakilan Komisi X, yaitu Laila Istiana, serta yang terakhir adalah perwakilan Komisi VIII, Deding Ishak dan Desy Ratnasari.


(elz/dnu)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed