"Hasil survei sangat dinamis. Kita lihat kemungkinan pemilih mengubah pilihan. Artinya masyarakat Jakarta masih mungkin mengubah pilihannya," kata Sekretaris Timses Ahok-Djarot, Ace Hasan Syadzily di Kantor Indikator, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (23/11/2016).
Ace mengatakan bahwa jumlah warga yang belum menentukan pilihan masih banyak. Oleh sebab itu, peta Pilgub DKI masih dinamis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasil survei ini membuat kita punya kesempatan yang berimbang," sambung Ace.
Sementara itu, Wasekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan mengatakan survei itu menjadi masukan dan inspirasi. Gaya komunikasi politik Agus Yudhoyono dianggap jadi pemicu naiknya elektabilitas.
"Ketika awal Agus muncul, ini menimbulkan kehebohan. Kemudian gaya komunikasi politik dia ini terlihat baik dan membuat menarik. Komunikasi politik jangan dianggap enteng," ujar Ramadhan.
Survei dilakukan pada tanggal 15-22 November 2016. Survei ini menggunakan metode Multistage Random Sampling dengan 798 responden. Margin of Error dari survei ini yakni 3,6 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel tersebar dari seluruh kota yang ada di Jakarta.
Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni unggul dengan dukungan 30,4 persen, kemudian Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat 26,2 persen dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno 24,5 persen. Yang belum tahu 18,9 persen.
(imk/van)











































