"Jadi aparat keamanan kalau sudah mengeluarkan statement itu berdasarkan penilaian, analisis dari informasi-informasi yang di dapat dari Intelijen, indikator di lapangan, mengeluarkan statement semisal Kapolri, Panglima TNI, ingat itu sudah dikoordinasikan Polhukam itu semua sudah menjadi suatu kesatuan pemikiran," ujar Wiranto di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (24/11/2016).
Wiranto menyampaikan hal tersebut, menjawab pertanyaan wartawan mengenai agenda makar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk mengantisipasi hal terburuk sekalipun dan untuk mencoba menetralisasi kegiatan itu. Jangan keliru," ujar Wiranto.
Selain mengatakan ada agenda makar atau penggulingan pemerintahan yang sah, Jenderal Tito juga menyampaikan bahwa demo pada tanggal 2 Desember dilarang. Larangan berlaku apabila para pendemo tetap akan melakukan Salat Jumat di Jl Sudirman-Thamrin. (fjp/fjp)










































