Pertemukan Ormas dan Ulama, Cara Bupati Banyuwangi Menjaga Kedamaian RI

Pertemukan Ormas dan Ulama, Cara Bupati Banyuwangi Menjaga Kedamaian RI

Kartika S Tarigan - detikNews
Kamis, 24 Nov 2016 16:58 WIB
Pertemukan Ormas dan Ulama, Cara Bupati Banyuwangi Menjaga Kedamaian RI
Rapat Menjaga Kedamaian RI (Foto: Kartika S Tarigan/detikcom)
Banyuwangi - Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, rutin melakukan koordinasi sinergitas 3 pilar untuk menjaga keutuhan NKRI. Koordinasi itu dilakukan lintas elemen terdiri dari Forum Pimpinan Daerah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat termasuk di dalamnya organisasi nonpemerintah, kelompok pemuda, dan kelompok perempuan.

Rapat yang rutin digelar dalam tiga bulan sekali ini kembali membawa pesan damai dan kesatuan. Rapat kembali digelar pada Rabu (23/11/2016) di Politeknik Negeri Banyuwangi. Rapat yang dipimpin Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas ini dihadiri ratusan masyarakat dan kepala desa serta aparatnya.
  Pertemukan Ormas dan Ulama, Cara Bupati Banyuwangi Menjaga Kedamaian RI  Foto: Kartika S Tarigan/detikcom

Abdullah yang akrab disapa Anas ini mengatakan, sinergi lintas elemen diperlukan untuk membangun daerah dan bangsa. Kesolidan ini akan mengantarkan semua program pembangunan bisa sukses dan bermanfaat bagi publik luas.

"Saat ini kita sedang menghadapi banyak tantangan, terutama tantangan perekonomian. Kalau tidak kompak, bisa repot. Tentu kesolidan semua elemen ini harus dibarengi dengan kerja-kerja yang inovatif," kata Anas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lanjut Anas, di tengah tantangan itulah, semua elemen diharapkan menyatukan langkah. Dia berharap masyarakat tidak terpecah-belah menghadapi situasi politik belakangan ini. Masyarakat juga diharapkan tidak ikut larut dalam ujaran provokatif dan saling menghina yang marak di media sosial.

"Isu-isu kedamaian, kekompakan, dan kebhinnekaan sangat relevan untuk kita jaga bersama. Berbeda pilihan dan pendapat boleh, tapi harus tetap berada pada koridor hukum. Kabar-kabar hoax dan kurang bermanfaat seperti ajakan untuk rush money atau mengambil uang simpanan di bank secara massal hendaknya tidak diindahkan karena berbahaya bagi ekonomi kita," papar Anas.

Meski pertemuan resmi digelar setiap tiga bulan sekali, namun secara informal sinergi dilakukan setiap saat. Jalinan erat itu bisa meminimalisasi masalah karena berbagai problem langsung dibicarakan dan dicari solusinya secara bersama-sama.

"Ini bukan sekadar pertemuan biasa dan basa-basi. Sinergi ini juga membahas masalah yang ada di masyarakat sekaligus menemukan solusinya. Program-program seperti gerakan pengentasan anak putus sekolah, beasiswa Banyuwangi Cerdas, dan Banyuwangi Mengajar yang mengirim sarjana ke desa-desa lahir dari forum seperti ini," ujar Anas.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri personel TNI dan Polri itu, masyarakat yang datang juga mendeklarasikan pembinaan persatuan dan kesatuan bangsa serta keutuhan NKRI. Ada lima poin yang menjadi perhatian dalam deklarasi tersebut.

Mulai dari kesetian pada Pancasila dan UUD 1945, mengutamakan persatuan dan kesatuan di atas kepentingan golongan, siap sedia menghadapi berbagai ancaman dan tantangan, memelihara kebersamaan antar agama dan etnis, serta berperan aktif mewujudkan kekompakan dan soliditas antar elemen masyarakat.
  Pertemukan Ormas dan Ulama, Cara Bupati Banyuwangi Menjaga Kedamaian RI  Foto: Kartika S Tarigan/detikcom

Deklarasi yang dibacakan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Muhammad Yamin tersebut diikuti lintas elemen. Selain tiga pilar, juga diikuti oleh perwakilan etnik, perwakilan partai politik, ormas, perwakilan dunia pendidikan, dan ulama. (kst/nwy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads