Dalam kesempatan kampanye di Kadu Gedep tersebut, Embay sempat berkeliling ke setiap rumah-rumah yang memiliki alat jahit tas. Salah satu koordinator pembuat tas bernama Oji yang memiliki 500 karyawan meminta cawagub Embay agar memperhatikan sentra pembuat tas di Kadu Genep. Maklum, akses jalan yang kecil ke desa masih dianggap menghambat distribusi pemasaran.
"Kantong produksi banyak di sini, satu keluarga 3-4 mesin jahit. Tapi akses jalan masih sempit," kata Oji saat berbincang kepada Embay Mulya, Petir, Serang, Kamis (24/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini akan didorong. Latar belakang saya pengusaha dan UKM. Pernah membuat gerakan BMT agar UKM seperti ini tidak jadi korban rentenir," kata Embay.
Foto: Bahtiar Rivai/detikcom |
Menurut Embay, yang dibutuhkan pelaku usaha menengah seperti ini adalah masukan terkait desain dan pemasaran. Banyak hasil produksi menarik di Banten, tapi kemasan dan pemasarannya tidak optimal.
"Bisnis itu persaingan, di sini sudah sangat maju dan tidak ada pengangguran, pasti nanti ada kompetitor, kalau nggak kreatif nanti habis," kata Embay.
Oleh sebab itu, tambah Embay, pemerintah provinsi nanti akan memberikan pelatihan berupa training khusus untuk pelaku industri seperti ini. Bila perlu, menurut Embay, akan diundang perguruan-perguruan tinggi di Banten untuk memberikan pelatihan bidang pemasaran dan desain.
Foto: Bahtiar Rivai/detikcom |
Sambil berkeliling dan melihat produksi di masing-masing rumah warga, Embay juga menyampaikan soal motivasi. Ia meminta warga di Desa Kadu Genep agar tidak malas-malasan. Bila perlu, ujar Embay, pemerintah akan membuat program 1 rumah 1 pengusaha.
"Di sini bagus tidak ada pengangguran, nanti kita bikin 1 rumah 1 pengusaha," kata Embay.
Embay juga berpesan kepada salah satu koordinator pembuat tas bernama Oji. Di Banten, menurut Embay sudah dibuat Bank Banten dan ada Jamkrida sebagai penjamin untuk usaha kecil. Oleh sebab itu, ia meminta jika ada kesulitan terkait permodalan tidak perlu ragu untuk menggunakan Jamkrida sebagai penjamin modal di Banten. (bri/trw)












































Foto: Bahtiar Rivai/detikcom
Foto: Bahtiar Rivai/detikcom