"Kasus si A tetap akan kita proses. Namun saat ini kita lagi melakukan cek kesehatan jiwanya. Karena apa yang dia lakukan terhadap pacarnya itu di luar akal sehat," kata Pasi Intel Yonif 126 Kala Cakti (KC), Lettu T Lumban Raja kepada, detikcom, Kamis (24/11/2016).
Lumban Raja menyebutkan Pratu A sempat melukai tunangannya dengan sangkur karena keinginannya tak dituruti. Sikap kasar yang ditunjukkan Pratu A jelas tidak bisa ditoleransi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lumban Raja menyebutkan Pratu A sudah tiga kali bertindak yang aneh-aneh. Dia mencontohkan Pratu A pernah melakukan upaya bunuh diri dengan akan meminum racun anti nyamuk. Selain itu, Pratu A disebut juga pernah menyayat tangannya untuk bunuh diri. Dan terakhir, Pratu A malah menikam tunangannya dengan sangkur.
"Si A itu, orangnya emosian. Dan tindakannya memang sangat tidak wajar. Jadi dalam kasus dengan pacarnya itu, tetap akan kita tindaklanjuti," kata Lumban Raja.
Menurut Lumban Raja, saat Pratu A menikam tunangannya dengan sangkur, dia juga menyakiti diri sendiri.
"Bukan hanya tunangannya yang dia sakiti, dirinya sendiri saat kejadian itu juga dia sakiti," kata Lumban Raja.
Pratu A sudah lima tahun bertugas. Pratu A selama ini bertunangan dengan S, warga Kotapinang, Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Sumut.
Pratu A mengamuk di rumah calon mertuanya. Dia kabarnya datang untuk meminta dilayani layaknya pelayanan istri kepada suami.
Ajakan tersebut ditolak S, si tunangan. Alasannya, mereka belum melakukan ijab-kabul.
Permintaan berlanjut dua hari kemudian. Setelah ribut-ribut dan sempat dimediasi kepala desa, emosi Pratu A malah semakin menjadi-jadi.
Dengan emosi sambil menuju ke tunangannya di atas motor, Pratu A membabi buta menikam tunangannya. Beruntung saat itu warga mencoba menghadangnya. Sehingga sangkur tidak menembus perut S. Tusukan sangkur hanya mengenai bagian punggung S karena dihalangi warga.
Tak puas hanya menusuk sekali, Pratu A lagi-lagi berusaha untuk menikam kembali. Usaha itu tetap digagalkan warga yang akhirnya sangkur mengenai punggung. Tunangannya mengalami luka. Saat itu warga pun akhirnya membawa korban ke rumah sakit untuk berobat.
Melihat perangai anggota TNI yang rada aneh itu, warga pun terpancing emosinya. Warga tak bisa menahan lagi karena Pratu A mengancam akan menghabisi warga yang ikut campur. Walhasil, warga marah dan akhirnya Pratu A dikeroyok masyarakat setempat.
Pratu A babak belur dihajar warga. Warga pun sempat memborgol pelaku. Sebelum Pratu A dikeroyok, warga sebenarnya sudah menghubungi anggota kepolisian, dan TNI (Babinsa) sudah berusaha menenangkan Pratu A.
Usai Pratu A dikeroyok warga, Babinsa setempat mengamankannya. Kasus ini sempat dilaporkan Babinsa ke Provos Batalyon Infanteri 126 yang ada di Rantau Prapat.
Dari kasus itu, akhirnya Pratu A dibawa pulang ke Batalyonnya di Kisaran, Sumut. (cha/dhn)











































